Pentingnya Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI/HAKI)

Mendaftarkan Hak Cipta dari suatu Merek/Brand/Karya adalah penting untuk melindungi aset kreatif yang kita miliki. Keacuhan dalam mengurus Hak Cipta dapat berujung pada penyesalan terutama ketika Merek/Brand/Karya kita menjadi dikenal luas.

Apakah teman-teman sudah punya startup/bisnis dengan jumlah pengguna/anggota yang banyak?
Atau apakah teman-teman punya bisnis dengan nama brand/merek tertentu dan sudah menghasilkan keuntungan?
Atau bahkan sudah ada reseller yang rutin menjual kembali produk teman-teman?
Kalau jawabannya iya, maka sangat disarankan untuk teman-teman mendaftarkan merek/brand tersebut.

Apakah manfaat dari mendaftarkan merek/brand di daftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI/HKI) ?

Intinya untuk melindungi merek/brand tersebut dari pengakuan orang lain. Gimana coba rasanya jika tiba-tiba ada yang mengaku-aku sebagai pemilik brand yang sudah teman-teman bangun mulai dari nol? Dan yang mengaku-aku ini ternyata lebih kuat di mata hukum karena ia duluan mendaftarkan merek/brand tersebut ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI). Sakitnya tuh di sini.. Hehe..

Selain fungsi proteksi, pendaftaran merek/brand memastikan si pemilik merek/brand akan mendapatkan sisi ekonomi dari merek/brand tersebut. Misalkan teman-teman membuat suatu karakter kartun yang ternyata menjadi terkenal. Kemudian ada instansi yang ingin menggunakan karakter tersebut untuk program pemasarannya. Maka instansi tersebut harus “minta izin” kepada teman-teman untuk menggunakan tokoh kartun ternama tersebut. Nah, biasanya “minta izin” harus melewati proses kerjasama yang jelas, tergantung si pemilik hak cipta, apakah instansi harus bayar sejumlah uang.

Contoh Kasus Sengketa Hak Cipta

Untuk yang masih belum yakin mengenai urgensi pendaftaran hak cipta, berikut ini ada dua contoh sengketa hak cipta di Indonesia.

pak raden dan si unyil

Pak Raden dan Si Unyil

Pertama, Pak Raden dengan Si Unyil-nya yang diakui oleh PPFN (Perusahaan Produksi Film Negara). Kasus ini berakhir dengan kembalinya hak cipta Si Unyil ke Pak Raden (sumber : Tempo).

Pecahan 10.000 Rupiah

Pecahan 10.000 Rupiah

Selain itu ada kasus sengketa gambar pahlawan Sultan Badaruddin pada uang pecahan 10.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Nah, daripada di kemudian hari terjadi hal serupa, sebaiknya segera daftarkan hak cipta atas karya teman-teman ke DJKI.

Apa Saja Yang Termasuk Dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI/HKI) ?

Bagaimana Cara Mendaftarkan Brand/Merek ?

Sebelum melakukan pendaftaran, lakukan terlebih dahulu pengecekan apakah merek/brand tersebut sudah pernah didaftarkan oleh orang lain. Cara pengecekannya adalah melalui tautan berikut ini : http://e-statushki.dgip.go.id/ 

web layanan dirjen HKI

Web Layanan Dirjen HKI

Adapun proses pengajuan tersebut secara sederhana dapat dilihat melalui alur proses sebagai berikut :

Proses Pendaftaran HKI/HAKI (Sumber : Slide Presentasi Huawei ICT)

Proses Pendaftaran HKI/HAKI (Sumber : Slide Presentasi Huawei ICT)

Berapa Biaya Untuk Mendaftarkan Hak Cipta?

HKI terbagi atas beberapa kelas atau kategori. Pendaftaran untuk satu kelas adalah sebesar satu juta rupiah. Satu produk dapat didaftarkan pada lebih dari satu kategori. Berikut ini adalah contoh HKI yang sudah didaftarkan atas merek tokopedia :

Contoh hak cipta yang sudah terdaftar atas nama Tokopedia :

Diantara Hak Cipta Milik Tokopedia

Diantara Hak Cipta Milik Tokopedia

Berapa Lama Masa Berlakunya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI/HKI) ? 

Masa berlaku perlindungan Hak Cipta berbeda-beda tergantung dari objek yang dilindungi. Sekilas masa berlaku beberapa objek adalah :

  • Karya seni, sastra, drama, musik, dan arsitektur : seumur hidup + 50 tahun.
  • Program komputer, film, fotografi, database, dan pertunjukan : 50 tahun sejak pengumuman pertama kali.
  • Rekaman suara : 50 tahun semenjak selesai direkam.
  • Penyiaran : 20 tahun semenjak pertama kali disiarkan.

Siapa Yang Bisa Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI/HKI) ?

Siapapun dapat mendaftarkan hak cipta. Pendaftaran hak cipta dapat dilakukan atas nama perorangan, sekelompok orang, hingga atas nama badan usaha.

Apakah HAKI/HKI Indonesia Berlaku Internasional?

Tidak. HKI di Indonesia saat ini hanya berlaku untuk di Indonesia saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s