Tidak Semua Semanis Status Facebook

understandingSeringkali jalan kehidupan seseorang tidaklah sesempurna apa yang ia bagikan di media sosial. Tentu ada kisah sedih, kekecewaan, penyesalan, dan berbagai hal lainnya yang tiap pribadi simpan rapi-rapi. Yang mungkin hanya akan ia bagi kepada orang yang ia percayai. Atau hanya untuk dirinya seorang.

Entah bagaimana sahabatku itu bisa mempercayai diriku untuk menceritakan alasan dibalik jalan yang ia pilih. Jalan yang tidak mudah bagi seorang ibu, meninggalkan anak balitanya dalam waktu bertahun untuk menuntut ilmu ke negeri seberang.

Awalnya aku hanya ingin mendengarkan pengalamannya, suka-duka meninggalkan buah hati dalam waktu yang lama. Karena dari yang tampak di media sosial, ia baik-baik saja dan menikmati waktu-waktunya. Ya, ia memang menikmati waktunya di negeri seberang. Tapi ternyata bukan berarti hal yang mudah untuk dapat menjalani hari demi hari jauh dari buah hati.

Ada kala waktu terasa merayap.
Padahal rindu teramat.
Ada kala hati ini bertanya.
Benarkah jalan yang ku ambil?
Ada kala hati ini tersayat.
Karena tidak dapat membersamai buah hati melewati masa-masa sulitnya.
Tak dapat memeluk tubuh mungilnya, membelai rambutnya, dan mengatakan dengan sepenuh hati, “Cup cup cup.. Ngga apa-apa sayang..”.

Sahabatku ini teramat baik. Ia memberitahukan alasan dibalik hati bajanya sehingga ia mengambil keputusan untuk meninggalkan buah hati. Suatu alasan yang tak dapat ku bagi di sini. Ku hanya bisa menceritakan bahwa alasan itu demikian kuat. Tidaklah seperti diriku ini yang semata-mata mengikuti impian yang telah lama terpendam. Suatu alasan remeh jika dibandingkan dengan apa yang mendasari keputusan sahabatku itu.

Terima kasih, sahabat..
Engkau telah berbagi kepadaku hal yang sangat pribadi.
Ya. Engkau berbagi agar aku tidak salah dalam mengambil langkah.
Agar aku berpikir kembali, merenung, mengambil hikmah, dan lebih bijak melangkah.
Terima kasih, sahabatku..
Peluk hangat dariku.

 

Iklan

3 thoughts on “Tidak Semua Semanis Status Facebook

  1. Setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan. Tiap pilihan memiliki konsekuensi. Silahkan memilih dan memilah sesuai dengan batas toleransi yang disanggupi. Karena hidup penuh dengan pilihan.. ^___^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s