This Year Tagline : Living an Extra-Ordinary Life!

tagline

tagline

Di awal tahun 2013 ini saya memiliki semangat yang lebih untuk merapikan hidup saya. Membuatnya lebih terencana dan terorganisir. Tentunya dengan tetap membuka peluang untuk hal-hal yang spontan. Tahun 1434 H / 2013 M ini saya membuat sebuah tagline hidup, yaitu : living an extra-ordinary life!

Tagline tersebut bertujuan untuk menyulut semangat saya dalam memperbaiki diri. Prinsipnya, hasil yang ekstra hanya didapatkan oleh usaha yang luar biasa. Sedangkan prinsip ekonomi, “mengeluarkan sedikit mungkin demi keuntungan yang besar”, tidak berlaku di sini.

Secara garis besar saya akan berbagi beberapa hal yang menjadi titik perhatian saya di tahun yang penuh berkah ini. (tahun depan lebih berkah lagi, insyaAllah) Untuk detailnya, ada di file terpisah dong. (baca: confidential) 😉

Being an Extra-Ordinary Spouse

spouseYup. Saya ingin menjadi istri yang lebih baik lagi untuk suami. Banyak yang dapat menjadi aspek perbaikan diri, mulai dari akhlak, perawatan fisik, life-balancing, dsb. Karena kami berasal dari dua planet yang berbeda, Mars vs Venus, maka banyak hal yang perlu saya pelajari. Tentang perbedaan-perbedaan, cara menyikapinya, lalu mengambil jalan tengah. Oh ya, proses kami menuju pernikahan tidaklah melalui pacaran loh. Istilah kerennya, lewat ta’aruf. Kami memang satu kampus ketika kuliah S1. Tapi kami beda jurusan dan tidak pernah berinteraksi sebelumnya. Hanya saling tahu saja. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Alhamdulillah, dengan latar belakang proses dan niat yang insyaAllah sesuai syariah, bahtera rumah-tangga kami saat ini saya rasa sangat menentramkan hati.

Raising an Extra-Ordinary Child (Being an Extra-Ordinary Mother)

Khairil

Khairil

Diamanahi oleh Allah seorang anak yang kami beri nama Khairil (kebaikan) tentunya memiliki arti luar biasa bagi saya. Ekspektasi dan harapan-harapan untuk masa depannya kelak. Bagaimana ia akan berakhlak. Bagaimana ia akan berprestasi di bidangnya. Bagaimana ia akan menjadi pemimpin muda bagi bangsa ini kelak.

Kepingin.. Kepingin.. Dan kepingin.. Begitulah orang tua terhadap anaknya, termasuk saya. Hal ini tentunya harus sejalan dengan usaha yang saya lakukan sebagai orang tua. Bagaimana agar bisa menjadi teladan bagi Iril. Untuk itu saya perlu banyak berbenah diri dan membuat program yang jelas. Saya tidak ingin menjadi orang tua yang hanya bisa menuntut. Yah, kebanyakan yang saya lihat seperti itu. Orang tua menuntut anaknya rajin belajar, tapi ia sendiri alih-alih tidak menanamkan budaya membaca.

Berdoa tentu masuk ke dalam bagian “usaha” bagi orang tua dalam mendidik anak. Pemilik hati ini adalah Allah, tentunya dengan kedekatan kepada Allah dan doa-doa yang mengiringi langkah orang tua insyaAllah akan dipandu oleh Allah untuk dapat berperan menjadi orang tua yang amanah dan penyayang. Beberapa orang tua yang begitu sibuk mencari nafkah untuk makan sehari-hari saja, dengan pendidikan yang rendah sehingga tidak begitu mengerti cara mendidik anak, tetapi memiliki anak-anak yang shaleh. Kekuatan doa ada di sana.

Bootstrap in Growing an Extra-Ordinary Business

boot

boot

Kami memiliki hasrat untuk berbisnis. Sudah dimulai kecil-kecilan. Jualan susu kedelai. Masih kecil sekali. Tetapi kami yakini akan menjadi trigger untuk bisnis selanjutnya. Saat ini kami sudah menentukan akan membuat produk apa. Sudah membeli bahan untuk percobaan, sudah melihat-lihat produk pesaing, dan sudah mendapatkan niche untuk produk kami. Dengan kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi antara saya dan suami, saya menjadi lebih bersemangat untuk menjalani bisnis. Saya yang tipikal analis, strategis, dan perencana. Suami yang tipikal take-action, executor, dan kreatif. Saya tidak bisa mengharapkan suami untuk membuat dokumentasi langkah yang akan diambil, timeline, dsb. Tapi saya bisa mengandalkannya untuk ide-ide segar nan kreatif serta menentukan arah dan langkah riil selanjutnya. Ini yang kemudian saya pahami sebagai : saling melengkapi.

Being an Extra-Ordinary Employee

Nah, kok ini jadi bertolak belakang dengan keinginan merintis bisnis sesuai dengan tulisan sebelumnya ya? Hehehee… Tidak bertolak-belakang kok. Saya hanya ingin bisa lebih baik lagi dalam bekerja di kantor. Menaikkan level kontribusi saya menjadi lebih bersifat organisator dan strategic-thinking dari sebelumnya yang lebih fokus kepada eksekutor.

Next : First Step

Apa langkah pertama untuk mensukseskan keinginan saya di atas? Yaitu dengan menuliskan titik-titik perbaikan, target serta langkah konkritnya. Rencananya saya akan memanfaatkan diagram Wheel of Life. (terinspirasi oleh tulisan pak Iwan Yulianto) Segala harapan dan ekspektasi ditulis saja. Nanti setelah kesemua itu terdokumentasi, barulah dilakukan pemilahan berdasarkan prioritas. Yup. Tidak semua dapat kita lakukan dalam waktu bersamaan. Harus ada tingkat prioritas untuk memaksimalkan hasilnya. Ibarat memasukkan batu ke dalam kaleng. Terlebih dahulu masukkan batu yang besar, lalu batu-batu yang kecil, terakhir barulah masukkan pasir. Langkah ini akan memaksimalkan jumlah batu yang masuk ke dalam kaleng tersebut.

Idea Means Nothing Without Implementation

DAN yang paling penting dari segala kata-kata indah dalam tulisan ini adalah : implementasi.

Result = Plan x Implementation

Jika kalau implementasinya nol, maka hasilnya pun NOL BESAR.

Jadi, mari segera memulai!

I’m a blogger, writing is my me-time 🙂

Iklan

5 thoughts on “This Year Tagline : Living an Extra-Ordinary Life!

  1. Mbak, kalo mau biar ku kenalin sama temenku yg pengalaman bisnis susu kedelai. Bisnisnya lancar, sampai suatu hari ada pegawai yg bawa kabur uang perusahaan 😦

  2. Sang istri yg tipikal analis, strategis, dan perencana; sedangkan sang suami yg tipikal take-action, executor, dan kreatif, wah itu sungguh sebuah kekuatan besar, karena bisa saling melengkapi. Seperti kekuatan pasangan tipikal melankolis dgn tipikal koleris.
    ….
    Betul, memang sebaiknya jangan menjadi orang tua yang hanya bisa menuntut anak, karena menuntut itu merupakan salah satu penyebab lunturnya keshalihan sang anak. Selama tidak mampu mendampingi (secara aktif) sang buah hati dalam proses tumbuh kembangnya, sebaiknya orangtua menghindari untuk menuntut. Semoga Khairil menjadi anak sholeh yg senantiasa sehat baik jasmani maupun ruhaninya.
    …..
    Being an Extra-Ordinary Employee. Saya sepakat dg titik perhatian ini. Memang kebanyakan orang, kalo sudah mulai bisnis sampingan, mereka lupa dg tanggungjawabnya saat masih berstatus sbg employee. Dalam bekerjanya sbg employee tidak fokus dan tidak profesional. Yang pada akhirnya karirnya berantakan saat bisnis sampingannya belum mapan betul.

    Tagline-nya tahun ini dan titik-titik perhatiannya mantab!
    Selamat mengelola prioritas dan waktu dengan baik.
    Ada baiknya titik-titik perhatian itu disusun checklist-nya (standard requirement) untuk bahan evaluasi berkala. Seru lho kalo suami-istri bisa saling mengases, baik bagi dirinya dan pasangannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s