Redefinisi Me-Time

me_timeRasa-rasanya semenjak film “Eat, Love, and Pray”, frase “me-time” mulai menggaung. Saya sering membaca status di jejaring sosial tentang me-time ini. Dan yang lebih sering saya tangkap, maksud teman saya tentang me-time ini adalah aktivitas yang ia lakukan seorang diri untuk kesenangan pribadinya.  Misalkan menjadikan aktivitas membaca buku sebagai me-time. Atau tidur-tiduran di kamar kostan, nonton DVD, bermusik, dsb sebagai me-time. Melakukan hobi tentunya masuk dalam kategori me-time.

Iseng-iseng (atau kerajinan ya?) saya cari definisi me-time di Google. Lalu saya mendapatkan definisi berikut :

Me-time : the time a person has to himself or herself, in which to do something for his or her own enjoyment (sumber)

Mari kita beri penekanan pada bagian “to do something for his or her own enjoyment“. Melakukan sesuatu untuk kesenangan dirinya. Berarti me-time ini luas sekali maknanya, teman-teman. Me-time bukanlah “apapun yang kita lakukan seorang diri untuk diri sendiri”. Tetapi me-time adalah “apapun yang kita jalani dengan senang hati”.

Teman-teman senang berbagi dalam suatu kegiatan sosial, maka itu adalah me-time.
Teman-teman bersemangat dan antusiasi di tempat kerja, maka itu adalah me-time.
Teman-teman senang blusukan dalam merintis suatu bisnis, maka itu adalah me-time.
Teman-teman senang berkumpul dengan keluarga di rumah, bercanda dengan suami dan anak, maka itu juga me-time.
Teman-teman senang ketika bisa membantu/melayani/membahagiakan orang lain, itu adalah me-time.
Teman-teman senang berbagi lewat tulisan di blog, maka aktivitas nge-blog tersebut adalah me-time.
Jika merasa tenang dan senang ketika bertilawah,  maka itu adalah me-time.

Me-Time Seorang Muslim

Sebagai seorang muslim, tentunya prinsip hidupnya merujuk kepada panduan Quran dan Sunnah. Sesuai dengan perkataan Nabi Muhammad SAW :

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dan dalam hadist lainnya :

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Dapat diambil kesimpulan bahwa sebaik-baik me-time adalah yang bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Minimal me-time tersebut bermanfaat bagi diri sendiri, yaitu melakukan aktivitas-aktivitas positif.

Me-Time untuk Para Calon Pengusaha

Nah, jika teman-teman termasuk dalam golongan calon-pengusaha, sepertinya perlu untuk membaca salah satu Hot-Thread di Kaskus berikut ini : 7 Tanda Agan Belum Memiliki Mental Pengusaha. Pada urutan nomor satu adalah : Anda masih menghabiskan waktu untuk “Me-Time”. Kalau saya pahami, Me-time dalam tulisan ini maksudnya adalah aktivitas-aktivitas yang kurang bermanfaat. Jika  “me-time” kita adalah merintis bisnis itu sendiri, tentu saja kita tidak termasuk ke dalam kategori tidak memiliki mental pengusaha.

Jadi, apa me-time mu? 🙂

Iklan

6 thoughts on “Redefinisi Me-Time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s