Menggunakan ORACLE BLOB (Binary Large Object)

BLOB (Binary Large Object) adalah tipe data untuk menyimpan data biner. Biasanya digunakan untuk menyimpan data gambar, audio, maupun video.

Berikut adalah catatan singkat tentang penggunaan Oracle BLOB.

1. Buat Direktori

Buat rujukan ke direktori/folder di harddisk tempat dimana gambar yang akan disimpan ke database berada. Misalkan, file berada di folder G:\TES_ORADOC. Dan nama direktori tersebut kita simpan di Oracle dengan nama FOLDER_IMAGE. Maka query SQL-nya adalah :


CREATE OR REPLACE DIRECTORY FOLDER_IMAGE AS 'G:\TES_ORADOC'

Lebih lanjut tentang direktori Oracle ini, dapat dibaca pada link berikut.

2. Buat Table

Buatlah table BLOB_TEST. Table ini terdiri dari 2 kolom, yaitu FILE_NAME(Varchar2) dan IMAGE(Blob). Berikut query SQL-nya :


create table  BLOB_TEST
(FILE_NAME varchar2(100),
IMAGE blob);

3. Masukkan Satu Data

Siapkan satu file gambar pada direktori FOLDER_IMAGE. Misalkan nama file tersebut adalah : gambar1.JPG

Jalankan script berikut ini :


declare
l_blob    blob;
l_bfile    bfile;
begin
insert into BLOB_TEST values ( 'Gambar1',EMPTY_BLOB() ) -- Buat BLOB kosong
returning image into l_blob;       -- dapatkan references
l_bfile := bfilename( 'FOLDER_IMAGE', 'gambar1.JPG' );   -- Arahkan pointer ke file dalam direktori
dbms_lob.fileopen( l_bfile );      -- Buka file
dbms_lob.loadfromfile( l_blob, l_bfile, dbms_lob.getlength( l_bfile ) );

dbms_lob.fileclose( l_bfile );
end;

Demikian catatan singkat tentang BLOB di Oracle.
Semoga bermanfaat.

Referensi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s