Kata Kerja Itu Adalah “Memberi”

Banyak kisah tentang keindahan ukhuwah. Siapa yang tidak ingin merasakan persaudaraan yang indah? Yang dirajut dengan tali keimanan. Saling mendahulukan. Saling mengingatkan dalam kebaikan. Saling membantu. Saling menyayangi.

Cerita-cerita ukhuwah yang menggugah itu seringkali membuat diri ini berangan-angan, “Aduhai, betapa indahnya jika aku punya saudara seperti itu!”

Sahabatku, bayangkan jika setiap kita berpikir seperti itu. Berangan ingin mendapatkan ukhuwah yang indah. Hanya ingin mendapatkan. Tanpa berkaca pada diri sendiri : apa yang sudah ku berikan untuk saudaraku?

“Alangkah susah cari kawan”, kata dia. Kujawab saja, “Mungkin kau mencari teman yang memberi. Kalau teman untuk diberi, aduh banyak sekali.” – Salim A. Fillah

Memberi. Kata kerja yang mungkin terlupa dalam kamus ukhuwah kita. Ego dan hawa nafsu telah menutupi mata hati. Menuntut dan terus saja menuntut. Ukhuwah tidak hanya terasa hambar dan datar tetapi juga terasa menyiksa. Astaghfirullah..

Every master, once a disaster – T Harv Erkel

Yakinlah. Mereka yang merasakan manisnya ukhuwah adalah mereka yang pernah jatuh-bangun dalam menjalin persaudaraan. Tetapi mereka bertahan dengan terus saja bersabar dan memberi.

Memberi maaf ketika hati kecewa.
Memberi kesempatan untuk berubah ketika saudara berbuat salah.
Memberi senyum terbaik sewaktu hati sedang meringis.
Memberi hadiah saat tak ada seorang pun yang memberinya hadiah.
Memberikan pengertian ketika diri ini sungguh ingin dimengerti.
Memberi perhatian saat butuh diperhatikan.
Memberi kasih sayang dalam kesendirian.

Memang tidaklah mudah. Namun mungkin untuk dilakukan.
Pahit dirasa namun buahnya begitu manis.

Penjalin ukhuwah sejati akan belajar betapa Allah adalah tempat bertumpu yang terbaik. Yang selalu ada dalam ramai maupun sepi.
Ia akan merekatkan hatinya yang berserak dengan lem keikhlasan.
Ia tujukan ikatan ukhuwah untuk menggapai keridhoan-Nya.
Ia belajar untuk melengkapi. Bukan mengutuki ketidaksempurnaan.

Seberapa indah ukhuwah yang kau rasakan akan sebanding dengan seberapa banyak engkau telah memberi.

Sahabatku,
jika engkau sudah meneguhkan hati untuk memperbaiki ukhuwah yang retak;
ataupun jika engkau telah berkomitmen untuk menjalin suatu ukhuwah;
maka tanyakanlah kepada dirimu:

Siapkah aku untuk memberi?

Untukmu, sahabatku.
Dari aku, yang sedang belajar ber-ukhuwah.

Walau raga kita terpisah jauh, Namun hati kita selalu dekat.
(Zhifilia – Ai Shi Te Ru)

——-

Berbicara kepada diri sendiri : Welcome back, blog-gurls! (^___^)

Iklan

8 thoughts on “Kata Kerja Itu Adalah “Memberi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s