Rama Oh Rama… (Pelajaran Untuk Insan Media di Indonesia)

Hari ini kudapati berita tentang Ramaditya. Seorang blogger tuna rungu yang fenomenal. Dengan talenta sebagai komposer musik di industri  game Jepang. Ia pun menjadi inspirasi banyak orang di Indonesia. Betapa tidak, seorang dengan keterbatasan fisik dapat meraih prestasi yang luar biasa. Siapa yang tidak tersentuh hatinya dengan kisah-kisah menggugah semacam ini?

Begitu besar namanya. Hingga ia pun masuk ke dalam acara televisi KickAndy, mengisi pelatihan-pelatihan motivasi di perusahaan-perusahaan besar dengan bayaran yang mahal. Menjual buku dan CD tentang motivasi hidup. Ia pun menjadi kisah penyejuk hati yang memberikan secercah harapan di tengah-tengah keterpurukan bangsa ini.

Namun, sayang oh sungguh disayangkan…

Berita di media hari ini ramai membicarakan tentang kebohongan publik yang telah ia lakukan. Ternyata ia bukanlah komposer musik seperti yang ia akui selama ini. Ini terkuak setelah beberapa gamers yang curiga mengajukan berbagai pertanyaan kepada Rama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyudutkannya. Hingga akhirnya ia pun mengakui bahwa ia telah berbohong. Ia sama sekali tidak pernah terlibat dalam pembuatan musik di industri game. Untuk detil kronologisnya, rekan-rekan dapat membacanya di sini.

Melihat fenomena ini, saya terpikirkan suatu hal. Bagaimana seorang ini bisa melakukan kebohongan publik sedemikian mulus di Indonesia? Dimanakah peran pengecekan oleh media? Bisa jadi karena kisah ini “menjual” dan “berdampak baik” sehingga insan media tidak memikirkan untuk melakukan pengecekan atas klaim tersebut.

Wah wah wah…. Jika satu orang saja bisa melakukan kebohongan ke seantero Indonesia maka akan mudah bagi orang-orang yang berkepentingan untuk mengutak-atik sejarah bangsa ini.

Beberapa pikiran idealis saya terhadap kasus ini :

  1. Mudah-mudahan Rama taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Perbanyak amal kebaikan untuk menutupi keburukan.
  2. Saya menantikan Rama untuk mengembalikan uang yang ia peroleh dari hasil kebohongannya selama ini. Maaf saja tidak cukup, bung!
  3. Jika point nomor 2 tidak dilaksanakan, saya berharap ada yang akan menuntut Rama di pengadilan. Supaya menjadi pelajaran untuk yang lain.
  4. Dalam benak saya bertanya-tanya : kira-kira apa yang akan dilakukan oleh redaksi KickAndy ? Apakah KickAndy akan membahas hal ini dalam tayangannya? Itu yang saya harapkan. Atau minimal KickAndy akan lebih selektif lagi terhadap para nara sumber dalam tayangannya. Mengingat KickAndy telah sedemikian menjadi salah satu media yang terpercaya di negeri ini. Terbukti dengan rekor MURI yang didapatkannya.
  5. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari peristiwa menyedihkan ini.
Iklan

8 thoughts on “Rama Oh Rama… (Pelajaran Untuk Insan Media di Indonesia)

  1. salam kenal..

    sebenarnya tanpa berbohong pun rama tetep menginspirasi dengan blind blogger. namun karena kebohongan publiknya bisa-bisa semua jadi ilfil dan semua kelebihannya jadi menghilang di mata orang-orang.

      • Padahal, di buku Blind Power-nya, asa keren kitu. Sempat jatuh cinta saya. Ternyata eh ternyata. Teganya dirimu teganya-teganya :((

        Tapi, di seminar yg diadakan Telkom, yg sempat mengundang beliau sbg pembicara, ada saksi mata yg menyatakan ‘kehebatan’ beliau berinteraksi dg IT.

        Ah, ttp aja saya dibohongi. Patah hatiiii :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s