Aku dan Olahraga (Sekali Lagi, Olahraga itu Penting!)

Eng

Belakangan ini aktivitas saya semakin menuntut stamina. Terutama aktivitas di tempat kerja. Belum lagi pikiran-pikiran yang saling tumpang-tindih. Perlu kemampuan untuk menyelesaikannya satu-per-satu. Perlu KONSENTRASI.

Nah, untuk dapat fokus pada tiap masalah, diperlukan jiwa, akal, dan raga yang sehat. Dan masing-masing butuh latihan tersendiri. Jiwa dilatih dengan mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk beribadah, beramal, dan banyak mengingat-Nya. Akal dilatih dengan membaca dan berpikir. Sedangkan raga dilatih dengan gaya hidup yang seimbang.

Karena ketidak-seimbangan hidup, beberapa bulan ini saya mengabaikan jadwal rutin berolahraga. Olahraga yang biasanya menjadi salah satu prioritas mingguan saya nomor sekian-kan. Maka semenjak itu mulailah beberapa keluhan kesehatan muncul. Kebetulan adik saya adalah pelatih silat perguruan Cimacan. Jadi saya bisa tanya-tanya berbagai hal terkait dengan tema “kesehatan”. Yah, serasa punya dokter pribadi. 🙂

Cimacan in Action! Ciaaatt!

Yang kadang membuat saya keki adalah setiap kali mengeluhkan masalah kesehatan adik saya selalu menjawab, “kak Putri kurang olahraga!” Cuma itu saja. Hmmmhh….. Padahal maunya ada saran apa gitu, macam dokter kalau ditanya tentang penyakit. Harus ini. Harus itu. Makan ini. Makan itu. Tapi yang didapat selalu jawaban singkat yang berujung pada kata OLAHRAGA.

Empat hari yang lalu tiba-tiba adikku berkata, “ka Putri kurang olahraga tuh! Wajahnya ngga cerah gitu!” Lagi-lagi OLAHRAGA. Rasanya ingin kata itu dihapus dari daftar kamus bahasa Indonesia saja! Hehe..

Bukannya saya tidak suka berolahraga. Malahan salah satu hobi saya adalah berolahraga. Tapi belakangan ini saya merasa sok sibuk kali ya. Sehingga rasanya berolahraga itu membuang waktu saja. (Duh!)

Alhamdulillah kemarin waktu adikku mengatakan hal itu, hatiku lagi rada-rada sreg. Jadi petuahnya pun ku dengarkan. (Biasanya sering melawan. :mrgreen: ) Lalu kami pun membuat kesepakatan. Saya tiap hari harus berolahraga. Mengeluarkan keringat. Menghentikan konsumsi pembersih wajah, agenda facial, serta penggunaan bedak secukupnya saja. (Lah, memang sebelumnya bagaimana?) Selalu sedia handuk kecil untuk menghapus keringat dan minyak di wajah. Lalu, kembali ke jadwal rutin, berenang per dua pekan.

Baru empat hari komitmen ini saya jalani. Alhamdulillah.. Hasilnya sudah terasa dan terlihat. Wajah lebih bersih dan cerah karena aliran darah lancar. Fisik lebih kuat. Jiwa pun lebih sehat. Baru empat hari loh!

Speedo Swimming Cap

Hari Minggu saya berenang bersama Risna. Pulangnya kami langsung ke mall. Risna mau beli tas punggung. Kebetulan sekali Risna akhirnya membeli tas di toko olahraga. Nah, iseng-iseng saya bertanya kepada mbak-mbak penjual, “Mba, ada penutup kepala untuk renang?” (Sebelumnya saya sudah punya. Tapi hari itu sukses robek karena bahannya kurang kuat) Mbak yang ramah itu pun menunjukkan penutup kepala Speedo yang berbahan kain. Saya beli satu. Warnanya hitam. Harganya Rp 99.000 (belum termasuk diskon 20% karena Risna membeli tas). Nah, karena sudah beli barang yang harganya lumayan (lumayan apa coba?), maka ini pun akan mendorong saya untuk konsisten berenang. (Jadwal selanjutnya 3 pekan yang akan datang)

Hobi ku Olahraga

Yup. Salah satu hobi saya adalah berolahraga. Dimulai dari olahraga mengejar-ngejar layangan ketika masih imut-imut. Yang akhirnya membuat saya menjadi imut beneran (item-mutlak) gara-gara sengatan sinar matahari. :mrgreen:

Ketika SD, salah satu permainan yang saya sukai ketika jam pelajaran olahraga adalah bermain kasti. Biasanya ketika giliran anak putri yang memukul, anak-anak putra akan berjaga tidak jauh dari anak putri tersebut. Radius 1-3 meter. Kenapa? Karena biasanya kalau anak putri yang memukul, hasil pukulannya tidak akan jauh-jauh dari radius itu. Bahkan berhasil memukul bola pun sudah lumayan loh!

Nah, ketika giliran saya yang memukul. Anak-anak putra itu malah menjauh! Mundur! Paling dekat mereka berjaga di radius 5 meter dari tempat saya memukul bola. Kenapa? Karena saya memang biasa mencetak home-run setiap kali dapat bagian memukul. Sampai-sampai bola membumbung tinggi melewati atap gedung berlantai 2. Setiap kali berhasil mencetak home-run, saya merasa menjadi pahlawan bagi teman-teman satu tim. :mrgreen:

blocking

Ketika SMP, saya senang sekali ketika di lapangan sekolah dipasang ring basket. Sejak itu saya sering main basket di luar jam pelajaran dan mengajak teman-teman ikut serta. Main three-on-three, biasanya. Eh, karena pak guru olahraga melihat kesenangan dan bakat saya bermain basket, saya pun didaulat menjadi ketua basket putri di sekolah dan dapat amanah untuk melatih teman-teman putri lainnya. Lalu kami pun sempat ikut pertandingan basket antar SMP. Di pertandingan, sampai-sampai saya jadi sasaran sikut dan jegal lawan karena saya begitu menyebalkan jika melakukan blokir (istilahnya : nge-block). Kalau sudah saya blokir/halang-halangi, biasanya mereka tidak dapat berkutik. Karena kebiasaan saya adalah menempel lawan dengan jarak yg begitu dekat. 😆

Perisai Diri in action! Huaaaaa! Jadi kepingin latihan lagi!

Ketika SMA, saya terkesima dengan perguruan silat Perisai Diri di sekolah. Gerakan mereka anggun, cantik, dan bertenaga. Seakan ada ritmenya. Mereka seakan sedang menari! Tidak terlalu maskulin dan kaku seperti karate ataupun taekwondo. Akhirnya saya pun bergabung. Tapi tidak lama, hanya setahun. Itu pun karena saya terhambat masalah waktu dan biaya. (latihannya selalu jam 19.00-22.00!)

Ketika kuliah. Karena tidak ada silat, awalnya saya olahraga secara mandiri saja. Mulai dari main basket, lari pagi, hingga berenang. Kemudian di tingkat-akhir barulah saya bergabung dalam keluarga Karate Kei Shin Khan. Itu pun saya ikuti karena satu-satunya klub olahraga di kampus yang ada jadwal terpisah untuk anak putri. Mulai lagi deh melatih pukulan dan tendangan. Lari keliling lapangan minimal 7 kali. Sampai serasa mau muntah. Latihan fisik setengah-mati setiap kali akan ujian kenaikan tingkat. Belum lagi menghapal gerakan-gerakan jurus. Tidak jarang saya tertukar antara gerakan-gerakan silat dengan gerakan karate. Tiap kali selesai latihan, rasanya capek! Paling mantab kalau selesai latihan langsung mandi, makan, dan tidur. Begitu bangun, badan jadi segar! Walaupun pegal-pegal. 😀

Lalu seminggu yang lalu seorang teman menawari untuk membeli sepeda. Jadi kami bisa olahraga bareng, mengitari kota Jakarta. Nah, karena harga sepeda yang berkisar juta-an, saya urung membeli. Kalau ternyata nanti setelah beli malah tidak digunakan, jadi sia-sia. Dan berdasarkan sejarah, saya ini tipe pengguna sepeda yang suka kebut-kebutan serta mengambil rute yang jauh. Jadi rasanya akan sepi dan ngga-asik kalau bersepeda seorang diri. Nah, berarti nanti saya ketergantungan orang lain dong?

Saya mau memulai dari olahraga yang kecil-kecil (baca : murah) tapi konsisten saja. Nanti kalau sudah mulai bosan, barulah berencana untuk menabung dan membeli sepeda. Tapi rasa-rasanya saya tidak akan bosan untuk berenang. Selalu ada sensasi rasa girang ketika berangkat untuk berenang. Belum lagi ketika kaki ini pertama kali nyemplung ke dalam air. Wow! Rasanya senaaaaaaaaang! Seperti kembali ke masa kecil. :mrgreen:

Kesimpulannya

Jika saat ini atau suatu saat nanti teman-teman mengalami gangguan fisik, apalagi jika gangguan fisik itu sering sekali muncul, misalnya : maag, masuk angin, sakit kepala, dll, yang perlu dievaluasi adalah : keseimbangan gaya hidup.

Sudah seimbangkah gaya hidup kita? Pola makan, istirahat, olagraga? Obat-obatan itu bersifat reaktif, diperlukan ketika penyakit itu kambuh. Namun begitu obat-obatan tidak mencabut sampai ke akar permasalahannya, yaitu gaya hidup yang berantakan. Terlalu banyak bahan kimia yang masuk ke tubuh kita selama ini, termasuk yang berasal dari obat-obatan. (seorang teman yang mengambil kuliah kedokteran pernah menyatakan di status FB-nya bahwa ia tidak akan meminum obat batuk/flu. Bahan kimia yang terkandung di dalamnya terlalu riskan untuk dikonsumsi. Nah loh!)

Iklan

10 thoughts on “Aku dan Olahraga (Sekali Lagi, Olahraga itu Penting!)

    • Fokus UAS sampai tidak berolahraga? Biasanya hal seperti ini disebabkan oleh sistem SKS ya? (SKS = Sistem Kebut Semalam) :mrgreen:

      Yup. Terima kasih sudah berkunjung. Salam kenal!

  1. ya, olah raga emang penting. karena itu bisa memperkuat pertahanan tubuh kita. bukankah cita-cita yang besar itu butuh dukungan fisik yang kuat, eh?

    *sedang berusaha merutinkan olah raga juga heeeee

  2. Nah, kan, mengolah raga itu juga penting, ga hanya mengolah pikiran. 🙂
    Untuk memulai awalnya memang susah. Males jadi tantangan paling besar. Tapi setelah lanjut dan enjoy, bisa malah ketagihan lho. 😀
    Jadi, bagus lah kalo udah mulai olahraga. Moga bisa terus berlanjut. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s