Terpaksa Ku Mendua

Setelah beberapa minggu bertekad untuk tetap setia dengan yang satu, akhirnya ku terpaksa mendua. Hufff…

Ini bukan tentang hubungan antar-personal. Ini tentang sistem-operasi pada laptop ku. Awalnya hanya Linux Ubuntu yang ku gunakan di laptop ini. Dengan suatu tekad : kalau mau migrasi, jangan setengah-setengah!

Windows

Nah, kesulitan terjadi ketika beberapa hari yang lalu aku rapat di luar kota. Di Cisarua tepatnya. Sistem-operasi standar yang digunakan kantor aku adalah Windows. Jadi ada beberapa aplikasi yang memang khusus untuk Windows saja. Seperti TOAD (aplikasi untuk memudahkan melakukan manipulasi data untuk Oracle) Sebetulnya dengan beberapa trik, TOAD itu bisa juga dipasang di Linux. Aku sempat menemukan tutorialnya. Tapi karena langkahnya panjang bin memusingkan, akhirnya aku tunda-tunda deh. :mrgreen: Nanti kalau sudah berhasil aku pasang di Linux, akan ku buat tutorialnya disini sebagai catatan pribadi.

Kesibukan pertama aku ditengah-tengah rapat adalah : mencari cara untuk dapat mengakses jaringan wireless kantor. Sinyal wireless sudah otomatis terdeteksi. Tapi untuk dapat masuk, perlu utak-atik bagian keamanan-jaringan di Linux. Tidak ada tempat untuk bertanya karena bapak-bapak disini tidak biasa menggunakan Linux. Nah, setelah iseng-iseng coba satu-per-satu opsi keamanan yang ada, akhirnya aku berhasil masuk ke jaringan wireless kantor! Lucky me!

Setelah berhasil akses internet, rasanya seperti sudah berada di surga dunia. (lebay!) Mau ada kesulitan apa pun, tinggal tanya ke Google. Nah, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk mengakses komputer di kantor yang Windows-based. Ternyata melakukan remote-desktop di Linux itu mudah, euy! Alhamdulillah…

Ubuntu Linux

Jaringan sudah terhubung, remote-desktop pun berhasil. “Ya wes, pakai Linux saja cukup lah.” Begitu pikirku.

Tetapi kemudian aku menemukan sedikit masalah mengganjal. File .xls yang biasa ku gunakan di kantor tidak dibaca dengan benar oleh OpenOffice. Mungkin kerumitan fitur pivot di Office belum terakomodir di OpenOffice. Padahal hal ini cukup mendasar dalam pekerjaan kantor ku.

Hmm… Ya wes.. Untuk sementara, sampai hal ini belum tersolusikan oleh developer OpenOffice, aku terpaksa mendua. Menggunakan Linux + Windows.

Dan akhir pekan ini pun ku isi dengan mencari cara untuk memotong partisi file-system Linux, install Windows, dan beberapa aplikasi kategori putri-wajib-punya di Windows. :mrgreen:

Aku yang kini menantikan saat-saat untuk setia pada yang satu.
Kepada developer OpenOffice, segeralah tambah fitur spreadsheet-nya! 🙂

Iklan

14 thoughts on “Terpaksa Ku Mendua

  1. Ping-balik: Cerita Hari Ini – 2 « Lakukanlah dengan sepenuh hati!

  2. Nah, sama kayak saya… 😦
    Saya juga mendua antara windows n Mac. Ga ada AutoCAD sih di Mac. Cuman itu. Seandainya ada itu di Mac, ga bakal ngelirik windows lagi saya. 😀 Ada sih padanannya buat Mac, ArchiCAD, tapi itu bukan buatan AutoDesk. 😥

  3. Salam,
    kalo mendua Hati2, yg satunya nanti cemburu lho… 🙂 Untk ms. Opis di linux memang ada beberapa fitur yg nggak jalan. Namanya jg pake emulator. Dulu pernah nyoba wkt masih ms opis 2000. Skarang udah nyaman pake OO.

  4. @shiddieq
    sbenernya ane pake 3 OS hackintos tapi krn stuck di hardware yg ga support n males googling akhirnya windos aja deh haha..

    @putri
    bisa, coba aja deh. gampangan crossover

    • Hmm… Sudah saya coba cari infonya di Google. Banyak yang bilang bisa. Tapi untuk fitur-fitur tertentu, ada yang tidak berjalan. Mudah-mudahan fitur yang saya butuhkan berjalan dengan baik. Terima kasih untuk infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s