Sekedar Punya FaceBook

Akhirnya jatuh sudah pilihan. Saya memilih untuk sekedar punya FaceBook (FB).

Logo FB

Sebetulnya sudah lama rasanya terpikirkan untuk mematikan FB saya. Tapi gara-gara satu dan lain hal, akhirnya niat itu pun terkubur. Namun kini saya punya alasan yang jelas, mengapa tidak saya matikan itu “mainan”. Tidak, tidak saya matikan. Hanya saya batasi. SANGAT batasi.

Jum’at lalu, setelah mengikuti suatu kajian muslimah di kantor, saya menemukan apa yang selama ini hilang. Alhamdulillah.. (apa hayo??? Hehehe..)

Saya cuma bisa katakan : cukup sudah hiruk-pikuk ini. Saya telah temukan apa yang belakangan ini membuat hati saya resah. Dan kini ketika saya telah mendapatkannya, saya akan genggam itu erat-erat.

Sekarang saya punya FB hanya untuk sekedar PUNYA. Apa mau dikata, di dunia yang high-tech begini, pengguna FB sudah tidak mengenal dimensi usia. Bahkan FB menjadi semacam bahasa-pertemanan. Selain nomor hp, account-FB merupakan salah satu pertanyaan pamungkas ketika seseorang baru berkenalan dengan orang lain. Mulai dari teman yang seumur hingga bapak/ibu rekan kerja di kantor.

Jadi sekarang saya punya FB hanya untuk sekedar memfasilitasi pertanyaan : “Punya FB?”, “Account-FB-nya apa? Nanti aku add ya.” Lihat-lihat status yang seliweran masih saya lakukan terutama pada account-FB anggota keluarga saya. Belakangan ini, saya lebih suka menjadikan wall-FB sebagai tempat becanda dengan adik dan kakak saya. Sampai-sampai ada teman yang tertawa dan berkata betapa anehnya kami, saya dan saudara kandung saya, karena ngoceh di wall-FB. Ia geli, kok bisa-bisanya becanda begitu sama adik sendiri di FB. Wkwkw… Buat teman-teman yang sudah pernah baca (karena jadi hot-thread), ketahuilah bahwa kekejaman candaan-candaan itu hanya 1/2 dari yang biasa kami lakukan di dunia nyata. :mrgreen:

Nah, jangan heran jika sekarang banyak akses yang serba terbatas di account-FB saya (Wall saya hanya untuk saudara kandung saya).

Celetak-celetuk saya mungkin sudah tidak dapat teman-teman lihat di FB, tapi saya masih meninggalkan jejak di Twitter walau intensitasnya sedikit. Twitter itu sederhana. Karena itu Twitter tetap saya pertahankan.

Pesan terakhir dari saya :

Gapai saya di hp (untuk yang punya no.hp saya).
Sapa saya di YM dan Twitter (bagi yang sudah jadi teman YM dan sudah follow Twitter saya).
Terakhir, “baca” saya di blog ini.
InsyaAllah saya akan lebih produktif berkarya, bukan bicara.

…..

Alhamdulillah…

Telah Kau tunjukkan jalan itu ya Allah..

Iklan

5 thoughts on “Sekedar Punya FaceBook

  1. Just want to say what a great blog you got here!
    I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!

    Thumbs up, and keep it going!

    Cheers
    Christian, iwspo.net

  2. Ping-balik: Tweets that mention Sekedar Punya FaceBook « Lakukanlah dengan sepenuh hati! -- Topsy.com

  3. FB keren banget utk saya manage volunteers satu untuk jabar, juga utk broadcast informasi…
    dan juga untuk marketing bisnis2, peluang usaha!

    bahkan saya pernah dapat donatur via status FB…
    moga bentar lg dapat investor via FB…

    menurut saya sih, FB sama dengan alat2 lainnya, tergantung kita mau diapain tu perlatan…
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s