Tiap Pagi

Celetukan-celetukan itu. Ceplas-ceplos pendek anakku, Aya, yang berusia 3 tahun. Yang kian hari kian lancar berbahasa. Pendek. Tapi mengoyak jiwaku.

“Mama, mama, mama! Aq ngga mau pisah dengan mama!”

Suatu waktu ia yang lincah itu berkata,

“Mama kapan pulang?”

Sesekali ia pun berkata manja,

“Mama cepet pulang ya!”

Bukan satu dua kali ia meneleponku hanya untuk berkata,

“Mama aq kangen! Mama kapan sih pulangnya?”

Atau ketika Aya sebal, ia yang koleris itu berkata,

“Mama ngapain aja sih di kantor? Kok tiap hari ke kantor terus?!”

Anakku sayang, seandainya engkau tahu…

Betapa teriris hatiku melihat matamu yang berlinang itu.

Begitu beratnya langkahku meninggalkan rumah kita.

Membayangkan apa yang kau kerjakan di rumah?
Amankah kau?
Sehatkah kau?
Sudah makankah kau?
Dan segunung-kekhawatiran lainnya.
Yang seringkali membuat jantungku berdegup kencang.
Yang membuyarkan segala perhatianku di tempat kerja.

Ya Allah, jagalah ia ketika penjagaanku tak sampai.

Lindungilah ia dari segala mara dan bahaya.

Naungilah ia dengan kasih-sayang-Mu yang begitu menghangatkan.

Ridhoilah langkah-langkahku, kerja-kerjaku, tiap ketikan keyboardku.

Berikanlah aku kekuatan tetap dapat menjalankan amanah-Mu dengan baik, di tengah segala keterbatasan yang ada.

::Terilhami dari seseorang::

Iklan

15 thoughts on “Tiap Pagi

  1. Melihat reaksi dari komentar-komentar, maka saya tambahkan kalimat :
    ::Terilhami dari seseorang::
    di bagian terbawah pada tulisan.

    Artinya, ini adalah kisah hidup seseorang di luar sana. Bukan saya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s