Si Imut, Sang Pengacau!

Pagi ini aku sukses terjaga dari jam 2 pagi. Ini gara-gara kemarin aku terlalu lelah sehingga langsung tidur setelah shalat Maghrib. Sudah ku paksa-paksa untuk memejamkan mata sebelum Shubuh, ternyata tidak bisa juga.

Adzan Shubuh pun berkumandang ditengah-tengah kondisi mata yang terjaga. Aku ambil wudhu lagi lalu siap-siap shalat Shubuh. Menggelar sajadah di tengah kamar. Mematikan layar monitor.

Allaaahuakbar!

Takbiratul-ihram ku kumandangkan. Tanda dimulainya shalat Shubuh ku ditengah pagi yang hening.

Setelah doa iftitah, lalu ku susul dengan membaca al-Fatihah dan surat lainnya.

Nah, ditengah-tengah bacaan surat lainnya itu (aku tak dapat mengingat surat apa itu gerangan), tiba-tiba dari kolong kasurku muncullah makhluk yang imut-imuuuuuut.

Siapakah dia?

Dia adalah makhluk yang jarang sekali ku lihat di kamar ku. Entah kali ini dia masuk lewat celah yang mana. Makhluk kecil nan imut (ITEM MUTLAK) itu biasa disebut dengan T.I.K.U.S.!!!

Hiii… Geli banget, ya Allah!

Si Imut!!!

Walaupun bukan jenis tikus-garong (kalau kucing ada istilah “kucing-garong” untuk kucing yang gede dan galak, boleh dong aku menggunakan istilah ini.), tikus kecil ala Omen-nya Dono Warkop DKI ini sempat membuat hatiku deg-deg-an tak karuan.

Tapi walau didera ketakutan, aku tetap BERUSAHA untuk berpikir dengan jernih. Dalam tempo waktu sepersekian mili-detik, aku teringat akan kisah seorang sahabat yang dapat menahan dirinya dari memukul lalat yang hinggap di hidungnya walau rasanya gatal sekali.

Kisah itu sukses membuat ku tak bergeming dari posisi semula. Walau jarak antara aku dan dia (si Imut!) hanyalah sekitar satu jengkal.

Dalam hati ku menahaaaaaaan diri. Sambil, tentu saja, ada rasa was-was yang menghimpit. Ku berharap pertolongan-Nya datang, si Imut tobat, lalu menjauh dariku.

Ternyata, oh ternyata…

Si imut itu malah semakin mendekat!!!

Glek! Aku menelan ludah!

Lalu, si Imut itu bergerak ke arah belakang, mendekati tumitku. Aku berusaha menenangkan diri,

Tenang, Put… Mungkin saja si Imut bakalan menjauh ke belakang.. Tenang.. Tenang..

Belum selesai aku menenangkan diri, lalu tiba-tiba…

Di ujung tumit kananku…

Aku merasa ada sesuatu yang menusuk-nusuk!

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Aaaaaaaaaa!!!

Spontan aku berteriak sambil melonjak-lonjak ketakutan.

Dan tampaknya si Imut juga tak kalah takutnya karena aksi heroik ku. Ia langsung menghilang, dan aku pun bergidik ngeri dan duduk di atas kasur. Ku perhatikan lantai. Memastikan apakah kondisi aman dan terkendali.

Alhamdulillah.. Si Imut sudah pergi. Sepertinya setelah itu dia bakalan kapok nyeradak-nyeruduk orang yang lagi shalat. (Amin.. Mari kita doakan agar si Imut tobat) :mrgreen:

Yah, begitulah shalat Shubuh ku pagi ini. Akhirnya aku pun harus mengulanginya dari awal.

Allaaaahuakbar!

:: Sabtu, 03 April 2010 ::

:: Rasanya masih geli jika mengingat kejadian itu. :mrgreen: ::

—–

Pesan moral :

Lain kali ngga perlu bertingkah sok jagoan, cukup menghentakkan kaki saja beberapa kali, supaya si Imut menjauh. Kalau tidak, kaki kita bakalan dianggap roti di mata si Imut kali yaa… :mrgreen:

Iklan

10 thoughts on “Si Imut, Sang Pengacau!

  1. hehehehe, sholatna gimana dunk? jadi kemana-mana? lok bisa tikus kecilna diajakan nyari pahala, sholat berjamaah.. trus bis itu bs mam bareng deh.. :p Vpeace.

  2. Ya Allah…. menarik banget pengalaman ini…. πŸ˜† πŸ˜† *Maap saya ketawa..
    Wah… kok bisa ada tikus di kamar?? Bersihin dengan teratur dong… 😐

  3. Ping-balik: Tweets that mention Si Imut, Sang Pengacau! Β« Lakukanlah dengan sepenuh hati! -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s