That’s Why I Love You All, Bro!

Sore ini, entah kenapa, mungkin bawaan hari-hari terakhir haid (sindrom PMS), ketika pulang dari kerja, rasanya capek banget. Lah, padahal di kantor cuma mengerjakan makalah.

Begitu pulang, aku langsung tidur-tiduran. Tidak berapa lama, kedua adikku, Adi dan Ihsan datang, maklum komputer ada di kamarku, jadi mereka sering akses ke kamarku. Buat aku tidak masalah, asalkan mereka langsung menutup pintu kamar.

Nah, melihat aku yang terkapar, langsung si Ihsan nanya macem-macem sambil menggoyang-goyangkan badanku, “Ka putri kenapa?” Bukan dengan gaya yang penuh perhatian. Tapi dengan gaya jail anak ABG. (Cuma yang punya adik anak SMP yang mengerti gaya ini) Aku curiga, sepertinya Ihsan agak stress gara-gara ujian hari ini. Hehe… Aku pun langsung protes,

“Arghhh! Ganggu aja nieeeee!!!”

Yah, tapi memang sudah nasib menjadi anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, sering jadi sasaran keisengan mereka. Biar sudah menggunakan gaya suara yang galak sekali pun, mereka ngga peduli. Malahan ulah mereka semakin menjadi-jadi untuk berusaha membangunkanku. Mulai dari candaan yang ngga jelas (banget!) hingga membuat kericuhan di kasur. Saling mendorong, Ihsan yang lompat-lompatan di kasur, dorong-dorong badanku. Duh, pokoknya K.A.C.A.U!!!

Aku pun menutupi wajahku dengan bantal. Pusing melihat tingkah mereka! Beberapa kali aku berseru,

“Ahh!! Berisik niee… Sana! Sana!”, “Ahh!!! Aq capek tauuu!!!”

Namun, apes. Kalau sudah bersekutu, mereka sulit untuk dikalahkan. Mau se-koleris apa pun aku, tetap ngga akan berhasil. Gagal sudah rencanaku untuk bisa tidur dengan tenang sepulang kerja. Kasur pun jadi berantakan.

Melihat aku yang tidak bergeming dari kasur, tampaknya mulai muncul rasa iba Ihsan. Ihsan pun bertanya kepadaku, “ka pu3 mau minum teh atau mau makan dulu?” Wah! Alhamdulillah! Masih dalam posisi wajah ditutup dengan bantal, aku langsung menjawab, “minum teeeeeeh!!!”. Dalam hati aku bersorak, “asik.. asik.. mau dibuatin teh..” Ihsan pun lalu ngeloyor pergi dari kamar. Tinggal Adi yang kemudian asik di depan komputer.

Tak lama Ihsan kembali sambil membawa segelas besar teh manis hangat. Alhamdulillah.. Aku langsung bangkit dan minum teh. Setelah itu, dengan paksaan dari Ihsan dan Adi, aku ikutan makan malam. Kalau tidak mereka ingatkan, sepertinya aku akan sukses tidur dan melewatkan makan malam. Tanpa sebelumnya berganti baju.

Setelah makan malam, tenagaku sedikit pulih. Lalu aku memulai aktifitas dengan mencuci muka, sikat gigi, lalu menemani Ihsan yang sedang belajar untuk persiapan ujian esok hari. Sambil Ihsan belajar di depan komputer, aku membaca buku tentang Khalid bin Walid.

Setelah Ihsan selesai belajar, barulah aku tergoda untuk utak-atik komputer. Saatnya install JDK+Netbeans di Linux Ubuntu!!!

Dalam hati ku berterima kasih kepada Adi dan Ihsan, yang telah “menyelamatkan” malam saya hari ini. Hehee… Aku pun bersyukur, alhamdulillah, ku punya keluarga yang mencinta.

Biar kadang (atau sering ya?) nyebelin dan bertingkah aneh-aneh, I love you all, bro.. 🙂

Iklan

2 thoughts on “That’s Why I Love You All, Bro!

  1. Who is the bro?? Im not the bro..!!
    wahahaha mangkanya kak jangan memasang mimik lelah didepan adik adik mu, yang ada malah dibuat kacau olehnya
    hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s