Ketika Hikmah dan Perjuangan Disandarkan Pada Prestasi Dunia

Hari ini adik kelasku wisuda. Subhanallah.. Ia mendapatkan prestasi sebagai TA (Tugas Akhir) terbaik untuk jurusan S1 Teknik Informatika ITTelkom. Barakallah.. Selamat ya, ukhtii! 🙂

Ucapan selamat pun berulang kali ku dengar. Mulai dari pekik histeris “Wah! Mba, selamat ya!”, “Barakallah…“, hingga ucapan “Wuis.. Mba hebat, euy!”

Dan ada juga selentingan-selentingan yang cukup mengganjal dalam benakku. Ada nyeletuk, “Alhamdulillah.. ada hikmahnya..”. Dan ada juga yang bilang, “Ngga sia-sia ya, mba lulus 4,5 tahun.” Yah, adikku memang lulus dalam waktu lebih lama dari yang biasanya, yaitu 4,5 tahun. Hanya nambah satu semester, 0,5 tahun.

Namun celetukan-celetukan itu membuatku berpikir. Dalam logikaku, seakan-akan, tanpa prestasi ini, sia-sialah perjuangan yang dilewati selama 1 semester tambahan. Entahlah, sangat mungkin aku salah. Sangat mungkin bukan ini yang mereka maksudkan. Dan aku minta maaf jika aku salah.

Dalam alam pikiran logisku :

Berprestasi → “tuh kan, ada hikmahnya.”

Berprestasi → “tidak sia-sia perjuangan.”

Nah, bagaimana jika di-negasi-kan? Hasilnya begini :

Tidak berprestasi → adakah hikmahnya?

Tidak berprestasi → sia-sia perjuangan.

Nah loh! Seakan-akan, tanpa prestasi, tidak ada hikmahnya dan sia-sialah perjuangan. Jika selama ini begitu cara memandang pandang terhadap “hikmah” dan “perjuangan”, aku tidak sepakat. Ada banyak kisah-kisah teladan dalam Islam yang tidak berujung dengan akhir bahagia DI DUNIA.

Sebutlah kisah keluarga Ammar bin Yasir, dimana ayah dan ibunya harus meregang nyawa demi mempertahankan keimanannya. Lalu ada pula kisah Hamzah yang harus berujung dengan kematian di tangan lawan dan dimakan jantungnya oleh Hindun.

Perjuangan tidaklah selalu berbuah prestasi di dunia. Dan prestasi-di-dunia bukanlah tujuan yang hakiki. Prestasi di dunia adalah konsekuensi dari kesungguhan yang Allah berikan kepada seorang yang beriman dan berilmu. (Al-Mujadilah:11)

Aku tidak antipati dengan prestasi. Justru setiap muslim kudu punya hasrat untuk berprestasi. Jadi muslim yang prestatif di dunia. Tapi itu bukanlah tujuan, yang akan membuat tinggi hati ketika diraih, dan sedih hati ketika tidak dicapai.

Hikmah itu ada. InsyaAllah. Ada yang diperlihatkan dalam waktu yang singkat, ada pula yang berbelas tahun kemudian baru bisa menghela napas lega, “Alhamdulillah.. jadi begini rencana Allah..”. Bahkan ada yang disimpan baik-baik oleh Allah di liang lahat nanti. Satu yang dipegang : janji Allah itu pasti.

“Adakah balasan yang pantas untuk kebaikan, selain daripada kebaikan?” (Ar-Rahman:60).

Tinggal sekarang pertanyaannya: Seberapa kita mampu untuk bersabar atas ketetapan-Nya? Dan sejauh mana kita tetap dapat husnudzon kepada Allah hingga jawaban itu datang?

Ah, jadi ingat lagunya Izzatul Islam “Jalan Juang” :

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya

Tetaplah al-haq(kebenaran) pasti menang

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam(tekad)-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang Haq dan pasti!

Ya.

Sabar, sabarlah wahai saudara ku. Perjalanan masih panjang. Tugas kita hanyalah memaksimalkan ikhtiar. Setelah itu, tawakal kepada Allah. Hitung-hitungan di sisi Allah, di luar jangkauan manusia. Berprestasi di mata Allah, jauh lebih mulia daripada berprestasi di mata manusia. Jadi, teruslah berjuang untuk meraih prestasi di mata Allah!

Untuk adikku, vanie, selamat ya vannn.. Tetaplah berjuang dalam kesabaran. It’s not an easy world that we are living in. But always remember that Allah will never give us something that we couldn’t afford. We are strength enough to get things through, if we believe in Allah. InsyaAllah.. Thanks for the invitation. It was a pleasure for being there on your graduation day. ^___^

Bandung, 27 Maret 2010. 17.30 WIB.

Dalam perjalanan menuju JKT.

Kok jadi sedih dengar lagunya Izzis… T__T

Iklan

6 thoughts on “Ketika Hikmah dan Perjuangan Disandarkan Pada Prestasi Dunia

  1. Blogmu selalu memebrikanku sebuah semangat baru…
    Thank you for sharing..:)

    Apa kabar Put?jadi ingat masa dulu ngerjain TA, curhat2 PCA..hehe..

  2. ya, sesuai dengan moto blog saya. ngalor ngidul ketemu kiblat, berjumpa hikmah dari berbagai arah. sangat menarik. mungkin bisa baca juga artikel saya berjudul “Tak Paham, Maka Meremehkan” nice post.! besok 2 ke sini lagi ah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s