Cannot create JDBC driver of class. No Suitable Driver (Driver JDBC Tidak Ditemukan)

Error ini saya dapatkan ketika menggunakan JNDI untuk mengakses database.

org.apache.tomcat.dbcp.dbcp.SQLNestedException:
Cannot create JDBC driver of class '' for connect URL 'null'
at org.apache.tomcat.dbcp.dbcp.BasicDataSource.createDataSource(BasicDataSource.java:780)
...
Caused by: java.sql.SQLException: No suitable driver
 at java.sql.DriverManager.getDriver(DriverManager.java:243)

Nah, error ini disebabkan oleh tidak ditemukannya driver JDBC yang dibutuhkan untuk melakukan akses ke database menggunakan JNDI. Solusinya adalah dengan menambahkan driver JDBC ke direktori instalasi_tomcat\Tomcat 6.0\lib.

Langkahnya :

  1. Stop Tomcat
  2. Tambahkan driver pada direktori yang telah disebutkan di atas.
  3. Start Tomcat

Pernah suatu kali, setelah melakukan langkah di atas, masih tidak juga berhasil. Padahal deadline sudah mendesak. Akhirnya dengan rasa tidak yakin, saya re-install Tomcat dan atur konfigurasi Tomcat dari awal. Eh, berhasil! Mungkinkah Tomcat-nya crash?!

System Environment

Web Server : Apache Tomcat 6.0.
Database : MySQL 5.1.
IDE : Netbeans 6.5.
Framework : Struts 1.2.9
Operating System : Windows XP

Iklan

6 thoughts on “Cannot create JDBC driver of class. No Suitable Driver (Driver JDBC Tidak Ditemukan)

  1. Kurang setuju sama tulisan ini. Kalo ada masalah library not found – jangan langsung main di otak-atik Tomcat nya, ini termasuk bad habit untuk nge-solve masalah.

    Coba di check dulu waktu export ke war – nya, apakah bagian “Export source file” sudah di check list? Kemungkinan terbesar permasalahannya karena ini.

    Kalau gak mau report sama yang beginian, pake “maven” jawabannya. 😉

    • Projectnya sudah lama. Jadi saya jawab seingat saya saja ya. Sepertinya export source filenya sudah di check. Library-nya sudah masuk di war.
      Anyway, terima kasih untuk masukannya. Bisa bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya.

      Kelebihan maven apa sih? Belum pernah pake nie..

      • Maven itu framework – untuk management content. Ya sekelas kayak ant gitu. Enaknya maven itu setiap ada library yang dibutuhkan tinggal di download otomatis aja dari repo-nya, trus dimasukkin ke local repo kita. Jadi untuk me-maintenance library2 yang buaanyak itu gak susah.

        Setiap kali bikin project tinggal dikasih definisi aja mau gunain library yang mana di pom.xml, nanti si maven yang nyari ke repo local dulu, kalo gak ada di donlotin dari internet. Pas build project, semua library yang digunain langsung include di dalem nya, dan ajaibnya size dari project nya gak bengkak. 🙂

        Kekurangan nya – ya harus connect ke internet, yang jadi kendala di negara yang masih fakir bandwith kayak Indonesia. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s