Sungguh Aku Malu! (Episode Kelalaian)

Tak kusangka aku akan merasakan malu seperti ini. Sebuah hal yang sempat lalai ku ingat. Dan aku berhasil dibuat malu setengah mati karenanya.

Magrib itu. Dalam shuttle-bus karyawan. Di tengah-tengah perjalanan menuju rumah sepulang kerja. Terjebak macet di jalan utama kota Jakarta, seperti biasa.

Aku duduk tepat di samping kaca shuttle-bus. Posisi yang ku suka. Karena aku bisa dengan bebas melongok jalanan yang dilalui. Saat itu aku sibuk membalas SMS-SMS Mama. Sambil dalam hati menyimpan keluhan-keluhan. Keluh-kesah yang telah lama terpupuk dan menggunung. Sampai-sampai rasanya ingin menangis saja!

Batinku memekik, “Aku lelah dengan semua ini! Kapan semua ini akan berakhir ya Allah?”

Lalu kemudian tak sengaja aku menatapi bus umum yang berada di samping shuttle-bus. Aku melihat para penumpang bus yang berdiri berjubel. Aku dapat membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam bus itu. Maklum lah.. Sebelum ditempatkan di client perusahaan saat ini, aku tiap pagi dan sore harus mengalami apa yang para penumpang bus itu alami saat itu. Pengap. Lelah. Berdesakan. Masih untung kalau tidak ada bau tak sedap.

Lalu aku pun mengalihkan pandangan. Tidak mau berlama-lama menatap. Khawatir. Minimal, ada yang akan merasa GR karena terlalu lama ditatap. Parahnya, kalau ada yang merasa ditantang dengan tatapanku itu. Nanti aku dikira nyolot! Berabe!

Pandangan pun aku alihkan ke dalam shuttle-bus saja. Kembali melanjutkan aktivitas membalas SMS Mama.

Syurrr.. Angin AC menerpa tanganku. Sejuk-sejuk-dingin. Seketika hatiku berceletuk :

Alhamdulillah, aku ada di dalam bus ini ya! Ada AC. Bersandar dengan nyaman. Bisa tidur terlelap. Bisa baca buku. Bisa tilawah. Bisa balas SMS dengan leluasa! Coba kalau aku di bus itu! Wuihhh.. Mana sempat aku balas-balasan SMS seperti sekarang!!

Kemudian selang beberapa detik.

Deg!

Tiba-tiba aku tersadar.

Ya Allah, aku lalai.

Aku lalai mensyukuri nikmat-Mu. Nikmat yang dahulu sekali sempat membuatku bahagia tak terkira. Masih ku ingat bagaimana senangnya diriku ketika tahu bahwa perusahaan client ini menyediakan shuttle-bus gratis sebagai fasilitas transportasi. Padahal sebelumnya aku begitu bingung ketika tahu letak perusahaan client yang begitu jauh dari rumahku. Harus naik kereta lah. Sambung-menyambung angkot lah. Belum lagi kalau kepepet naik ojek… Mahal, ongkosnya!

Ternyata aku alpa. Alpa mengingat bahwa nikmat itu pun masih ku rasakan sampai kini. Dan karena itu seharusnya aku terus mensyukurinya. Bukan malahan melupakan, menganggap itu sebagai hal biasa, dan memperbanyak keluhan-keluhan hidup.

Astaghfirullah..

Begitu malu aku hingga ingin rasanya menutup kaca dengan gorden. Tapi apa daya, kebetulan sekali gorden untuk kaca di tempat aku duduk tidak ada! (Lengkap sudah penderitaan!) Jadi, praktis dalam sisa perjalanan aku menunduk. Malu. Lalu menyibukkan diri dengan membalas SMS-SMS.

Aku malu telah mengeluhkan banyak hal.

Aku malu telah lalai mensyukuri nikmat-nikmat yang telah Allah berikan.

Aku malu.

Sungguh sangat malu!

Astaghfirullah.. Ampuni aku ya Allah.. Ampuni aku..
Alhamdulillah atas hidayah yang Kau berikan..
Bantu aku untuk dapat termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang banyak bersyukur, ya Rabb..

Iklan

9 thoughts on “Sungguh Aku Malu! (Episode Kelalaian)

    • Sip!
      Ikutan, ah…
      Supaya bisa belajar untuk “terpaksa” membuat tulisan dengan tema-tema yang sudah ditentukan. Biar semakin kreatif! Ayo kita berkompetisi, na.
      Whatever you do, remember “do it with all your heart”.

      Lakukanlah dengan sepenuh hati!

  1. iya bener, banyak nikmat yang perlu kita syukuri

    alhamdulillah klo sy dapet antar jemput pake mobil sedan dari depan rumah (padahal mobil proyek tapi bisa minta anter jemput dari rumah)

    oot nih, iya barusan ganti setting di blogspot, ternyata bisa diubah cara komentarnya. Maklum cm bwt crossposting aja, jarang diutak-atik

  2. Hi putri, great posting. Gimanapun ‘ngeluh’ itu manusiawi… Tp ngeluh sbg lecutan ‘merenung’ itu baru luar biasah..

    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s