Dua Kutub

Bertahan

Beberapa hari yang lalu, seorang saudariku curhat.

Saudariku itu merasa kesepian, kosong, dan jenuh luar biasa.
Bagaimana tidak? Rutinitas yang tak menentu mempersulit untuk dapat istiqomah dalam amalan ibadah yaumiyah, jauh dari saudari2 seperjuangan, lingkungan yang tak se-kondusif di kampus. Bahkan amat jauh dari konotasi “kondusif”. Orang-orang yang ego. Mau menang sendiri. Saling menyikut. Tipikal “dunia-kerja”. Walau tidak semua “dunia-kerja” begitu.

Perlahan. Menyadari telah keluar dari orbit. Rasanya ia ingin menjerit!

Ya.
Ramadhan kali ini memang berbeda.
Setelah sekitar empat tahun ber-Ramadhan di kampus, dengan suasana yang serba-“hijau”, kini satu per satu mulai merasakan atmosfer yang berbeda.

Berjuang. Sendiri.

Dan ketika pikiran ini mulai liar, ia pun nyeleneh bertanya : “MENGAPA?”

Lalu ia pun menemukan sendiri jawabannya :

Mungkin karena Allah ingin diri ini lebih dekat kepada-Nya.
Agar diri ini terlepas dari sandaran-sandaran selain daripada Allah.
Agar mata ini penuh menatap wajah-Nya.
Agar harapan hanya bertumpu kepada-Nya.
Agar doa-doa semakin dipanjatkan kepada-Nya.

Subhanallah..
Indah..
Sungguh indah cara Allah bekerja..

Dan izinkan aku mengutip sepenggal doa dari DR.Yusuf Qaradhawi :

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang berpengaruh. Bukan orang-orang yang terpengaruh.”

Amin.

Untuk ikhwan-akhwat seperjuangan di luar sana.

Iklan

4 thoughts on “Dua Kutub

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s