Rekor Tiba di BDG Malam Hari (Kenekatan I – Perjalanan ke Pangandaran)

Tanggal 15-16 Agustus 2009 saya ke Pangandaran bersama tiga orang akhwat lainnya, yaitu Vna, Pipit, dan Sherly.

Subhanallah..

Betapa menyenangkan berada di sana. Hamparan pasir. Deburan ombak. Keindahan green-canyon. Bau nyinyir sekitar pantai. Dan tentu saja, foto-foto narsis yang tak layak di-publish! Hoho.. πŸ˜€

Kali ini saya tidak tertarik menceritakan keindahan alam disana. Entah mengapa, belakangan saya justru lebih tertarik menceritakan beberapa “kenekatan” perjalanan ini. Kenekatan yang baru belakangan saya sadari. Dan berhasil membuat saya tersenyum-senyum sendiri.

Hirup! Hiruplah masa mudamu!

Anggota perjalanan ini berdomisili di dua tempat. Ada yang di JKT (saya) dan sisanya dari BDG.

Awalnya saya ingin sekali berangkat ke Pangandaran dengan menaiki bus Budiman. Berangkat dari terminal Kampung Rambutan, Jakarta, jam 22.00. Diperkirakan akan tiba di terminal Pangandaran pada pukul 04.30. Saya kira jika harus ke BDG dulu, akan menghabiskan waktu dan energi saya. Maka pada hari-hari menjelang keberangkatan pun saya mulai browsing tentang perjalanan naik bus antara JKT-Pangandaran.

Jakarta, Jumat 14 Agustus 2009

Pukul 13.30-an WIB.

Vna mengirimkan dua buah SMS ke hp saya. Isinya jelas : ia meminta saya untuk berangkat bersama-sama ke Pangandaran dari Bandung. Saya pun langsung berpikir, “Hmm.. Bagaimana ya? Berarti bolak-balik dulu. Ini akan lebih menyita energi.” Dan karena sedang asik dengan pekerjaan di kantor akhirnya saya tidak membalas SMS itu.

Pukul 17.00-an WIB

Sampai di rumah, alhamdulillah. Sudah sempat merangkai SMS balasan untuk Vna. Namun ayal, tidak kunjung dikirim, karena terlalu panjang. Akhirnya saya putuskan untuk menelepon Vna.

Saya : Vna, mba akan ke Pangandaran naik bus dari terminal Kp.Rambutan. Karena &*^&*^*^*&^&*^%$%$$%#…

Vna (sangat suka warna pink) : Yah, begini mba.. %$%#$##@#@^^rayuan-gombal^^%$#$#^%^

Saya : Ah, ngga juga. Kan.. *&*&^%%^$$#

Vna : Iya sih. Tapi, *&*&*&%%$$#^^kembali-merayu^^#@#@*&*#&@#&@*#

Pembicaraan panjang pun terjadi. Diskusi hangat. Disertai canda, seperti biasa. Tawa renyah. Debat kusir. Hingga akhirnya..

Saya : Sebenarnya ada satu hal yang bisa membuat mba ke BDG. Coba jawab pertanyaan mba ini, “vna butuh mba berada di mobil itu?”

Vna : Iya gitu deh, mba.. Pokoknya mba ke BDG ya! (Bukan suatu jawaban yang saya inginkan. Tapi karena sudah ma’rifah/mengenal Vna, maka ini adalah kalimat “butuh” versi Vna.)

Saya : Ya ampun.. ngomong “butuh” aja kok susah banget sih?!

Vna : Yah, pokoknya mba ke BDG ya! Tolong lah ya, mba..

Saya : Hahaha.. Itu sejak kapan sih, kamu ngomong “tolong lah ya,mba” seperti itu?

Vna : Hahaha.. Lucu kan, mba?

Saya : Ya wes, mba ke BDG. Mungkin baru akan sampai di BDG jam 23.00-an. Tolong bilang ke satpam ITT ya dan tolong bukakan pintu asrama.

Vna : Astaghfirullah, malam banget, mba!

Saya : Terus mau bagaimana lagi, vnaaa?

Vna : Mau dijemput ngga, mba?

Saya : Mau sih, tapi kamu kan tidak bisa keluar dari asrama diatas jam22.00 WIB. Nanti mba naik angkot ajalah, atau taxi.

Yah, begitulah kiranya pembicaraan berakhir. Dalam waktu dua jam, saya harus mandi, shalat, beberes kamar sekenanya, makan, dan packing (tentu saja). Baju-baju (belum disetrika) saya masukkan ke dalam tas. Handuk. Perlengkapan mandi. Manset. Jilbab. Kaos kaki. Plastik. Qur’an. Lain-lain. Dan terakhir, peta mudik pulau Jawa yang beberapa hari lalu saya download dari internet pun akhirnya saya masukkan ke dalam flasdisk. “Nanti akan di-print di asrama saja”, begitu pikir saya.

Pukul 19.05 WIB

Selesai makan malam. Alhamdulillah..

Langsung menuju pangkalan ojek di dekat rumah. Menuju tempat tunggu bus kota di pinggir Jl.Gatot Subroto, Jakarta.

Naik bus 46 menuju UKI. Macet. Biasalah, hari Jum’at. Apalagi besok long-weekend (libur lebih dari dua hari, termasuk Sabtu dan Minggu didalamnya). Pasti banyak yang berniat liburan ke luar kota.

Alhamdulillah, setelah sekitar 10 menit berdiri, saya dapat duduk. Sempat tertidur. Sampai dengan selamat di UKI.

Pukul 19.50 WIB

Celingukan di UKI. Tengok kanan-kiri. Kok sepi sekali?

Saya sudah biasa menunggu bus ke BDG di UKI. Tapi biasanya saya sudah berada di UKI sekitar magrib. Dan kondisi saat itu biasanya ramai. Bus-bus antar kota lalu-lalang. Para calon penumpang bun berhambur tak beraturan.

Tapi kini? Sepi. Nyess..

Hati pun mulai was-was. Jangan-jangan bus ke BDG sudah tidak ada.

Lalu kemudian seorang penjual VCD menggoda, “Mau kemana neng?”

Asli! Males banget!

Tapi apa daya, karena sedang kebingungan, akhirnya saya menanggapinya. Menanggapi dengan pertanyaan awal yang amat bodoh, “Jualan VCD ya bang?”. Saya katakan bodoh karena terang sudah ada jejeran VCD di hadapan abang ini. Hehe..

Lalu saya segera melanjutkan, “Bang, bus ke BDG kok belum datang juga? Masih ada ngga, sih?”

Si abang, “Wah, sudah ngga ada lagi yang lewat sini neng!”

Astaghfirulllah.. Bagaimana ini? Dengkul ini rasanya lemas.

Si abang buru-buru meneruskan, mungkin si abang melihat perubahan drastis pada raut muka saya, “Neng ke pool bus Primajasa di Cililitan aja. Di sana biasanya masih ada bus ke BDG, neng.”

Saya, “Cililitan? Gimana kesananya, bang? Naik bus apa?” Panik.

Si abang, “Ngga perlu naik bus, neng. Neng naik ojek aja. Bayar 5000.”

Lalu si abang penjual VCD memanggil seorang tukang ojek, “Hoii! Sini lo! Ada penumpang nih!”

Abang ojek yang lagi makan bakso pun menghentikan acara makannya. Lalu melesat mendekat menggunakan sepeda motornya.

Si abang penjual VCD, “anterin neng ini ke pool Primajasa!”

Si abang tukang ojek hanya mengangguk dan mulai mengenakan helmnya.

Saya naik di belakang. Lalu sesaat sebelum motor ini beranjak, si abang penjual VCD berkata lagi, “Awas lo! Anterin sampai selamat disana ya!”

Haha.. Saya pun tak lupa mengucapkan, “Makasi ya, bang!”

Alhamdulillah..

Ternyata jarak antara UKI dengan pool Primajasa dekat. Tidak sampai lima menit.Β  Saya tiba disana sekitar jam20.05 WIB. Dan saya masih mendapatkan kursi untuk berangkat ke BDG.

Ya Allah.. Betapa mendebarkan!

Sudah, saatnya istirahat.

Pukul 22.30 WIB

Tol Cipularang. KM 85. Kendaraan padat merayap. Tumben.

Baru teringat untuk mencari alternatif transportasi dari terminal Leuwi-Panjang ke Asrama Putri ITTelkom. Minta dijemput Vna, jelas tidak bisa. Vani sedang pulang ke Bogor. Ya wes, coba telepon Risma.

Karena Risma hanya memiliki satu buah helm dan teman satu kostan tidak ada yang punya helm, akhirnya Risma tidak bisa menjemput saya. Ya, memang salah saya yang meminta tolong dengan serba-mendadak. Akhirnya kita lebih banyak membicarakan kabar masing-masing. Tapi lebih banyak Risma yang menceritakan kabarnya, kabar TA (tugas akhir/skripsi), lebih tepatnya. πŸ˜€

“Ya wes, naik angkot saja,” begitu pikirku pendek.

Lalu saya melanjutkan tidur. Lelah.

Bandung, Pukul 00.10 WIB

Bus sudah keluar tol. Saya kebingungan melihat jalanan. Sepi. Angkot jarang sekali. Bagaimana ini?

Tak lama, kondektur Primajasa berseru, “yang mau naik Blue Bird! Yang mau naik Blue Bird! Turun disini!”

Ternyata ini adalah daerah dimana taxi Blue Bird menunggu penumpang. Sontak saya langsung berdiri. Mengucap terima kasih kepada pak kondektur. Lalu turun dari bus dengan sedikit melompat. Hup! Langsung disambut oleh jejeran taxi biru. Alhamdulillah..

Pukul 00.35 WIB

Sampai di asrama. Langsung dibukakan pintu oleh Pipit, angkatan 2008.

Lalu saya menuju kamar 214, kamar Vna dan Sherly. Ternyata adik-adikku tercinta, para pengurus, sudah menunggu disana.

Huaaa!!! Kangen! Kangen! Kangen! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Baru bisa tidur jam 01.50-an. Setelah melepas rindu, ngobrol kesana-kesini. Senangnya. πŸ˜€

Sebelum tidur, saya dan Vna sempat merebus telor, memasak nasi untuk perbekalan, dan mencetak peta mudik pulau Jawa. Saya pun tak lupa untuk memakan roti bakar buatan Sherly. Nyam.. Nyam.. Jazakallah, Sherly. πŸ™‚

Bandung, Sabtu 15 Agustus 2009

Baru bangun jam 04.30-an. Tidak ikut membantu Pipit mencuci mobil. Apa daya? Saya lelah sekali. (Maafkan mba ya, Pit)

Shalat. Mandi. Buat sarapan. Minum kopi buatan Pipit. Siap-siap. Angkut barang-barang ke dalam mobil.

Akhirnya kami baru berangkat pukul 06.00 WIB. Padahal awalnya kami merencanakan berangkat pukul 04.00 WIB.

Hup! Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Berangkat, bos!!!!

Si Empat Akhwat Nekat!

Si Empat Akhwat Nekat!

…….

Read about my adventure to Pangandaran (in bahasa Indonesia) :

Rekor Tiba di BDG Malam Hari (Kenekatan I – Perjalanan ke Pangandaran)

Pangandaran, I’m in Love (Kenekatan II – Perjalanan ke Pangandaran)

My Pangandaran Photos Collection:

[Photos] Sunset in Pangandaran Beach

[Photos] Sunrise in Pangandaran Beach

[Photos] Green Canyon is awesome!!!

Iklan

11 thoughts on “Rekor Tiba di BDG Malam Hari (Kenekatan I – Perjalanan ke Pangandaran)

  1. Mbaaaaaaaaaa,,,,,,,,,
    Aku baru baca nih.. haha.. lucu banget sih critanya.. jadi maluuu… (dengan tulisan warna pink-nya)

    kapan kita travelling lagi..??

    Aku harus belajar naik mobil ngebut+hati2 dulu. biar kita bisa travelling ke tempat lain lagi. Insya Allah,,

    tujuan selanjutnya : solo, malang, bali, padang, dan….. menyelam di Bunaken!! wahahaha.. banyak kali ya keinginanku!

  2. Ping-balik: Pangandaran, I’m in Love (Kenekatan II – Perjalanan ke Pangandaran) « Lakukanlah dengan sepenuh hati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s