Menyiasati Kejenuhan Rutinitas

Walau beberapa langkah dilakukan untuk mensyukuri rutinitas tersebut namun ada kalanya rasa bosan dan jenuh itu benar-benar menyergap. Menurut saya ini adalah suatu hal yang manusiawi. Dan saya punya suatu tips untuk mengatasi rutinitas pekerjaan yang terkadang dirasakan amat-sangat-membosankan.^_^

bathroom1

Ngga se-keren ini kok..^^

Di akhir semester kuliah saya pindah dari asrama putri ke sebuah kontrakan bersama empat teman pengurus asrama. Di kontrakan ini kami terapkan jadwal bergilir untuk membersihkan kamar mandi. Dengan detail kerja : menyikat lantai, dinding, menguras dan membersihkan bak kamar mandi, serta membersihkan kloset. Setiap orang dalam tiap minggu mendapatkan satu kesempatan untuk piket kamar mandi.

Seringkali saya baru piket ketika waktu menunjukkan di atas jam 21.00. Biasanya ini terjadi karena seharian saya fokus mengerjakan TA, bolak-balik kampus untuk bertemu dosen ataupun mengurus administrasi. Memang sih, ketika magrib menjelang, saya sudah berada di kostan. Tapi karena lelah dan dengan alibi ingin memulihkan tenaga, saya menunda piket sampai larut malam sebelum saya tidur.

Rasanya beraaatt sekali untuk piket. Karena fisik memang semakin lelah. Tapi mengingat ini sebuah kewajiban yang berkonsekuensi pada sebuah hukuman maka saya pun tergerak untuk menjalankan piket.

Ketika aktivitas ini saya jalankan, yang saya coba pikirkan adalah “betapa mulianya tugas piket ini”. Bayangkan jika saya tidak piket, lalu nanti anak pemilik kost, mba Sri, menggunakan kamar mandi yang lantainya licin. Kemudian mba Sri terpeleset karena licinnya. Padahal mba Sri sedang hamil tua. Tidaaaaakkkk!!! Hii.. membayangkannya saja membuat saya bergidik. Lalu bagaimana jika ada teman yang main ke kostan lalu terpeleset hanya karena kemalasan saya?

Maka saya pun menjadi semangat untuk membersihkan kamar mandi ini. Di benak terbayang betapa mulianya tugas ini. Hoho..^0^

Dan piket kamar mandi pun selesai hanya dalam waktu, kira-kira, 15 menit! Sebentar khan.. Tapi itulah dia! Kalau lagi malas, rasanya beraaatttt.. Hehe..

Semoga tips ini bermanfaat.

Ada ide lain?

Iklan

2 thoughts on “Menyiasati Kejenuhan Rutinitas

  1. Hmmm tipsnya oke….Kalo urusan kamar mandi, diri sendiri aja “geli “memsukinya kalo kotor… jadinya pasti dgn seneng hati bersiinnya 😀


    putrichairina berkata :
    Geli?! Memangnya siapa yang gelitik-in mba Rita?
    Hehe.. 😀

  2. Rutinitas kadang memang menjemukan. Tapi lebih menjemukan menunggu sesuatu tanpa kepastian.

    Salam kenal.


    putrichairina berkata :
    Hm.. Betul sekali,rudi.
    Menunggu sesuatu tanpa kepastian memang menjemukan. Rudi sedang dalam kondisi itukah? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s