Tips – Saat Seminar dan Sidang

audit– Anggap penguji sebagai teman, bukan lawan! Kenapa ini saya urutkan di nomor teratas? Karena paradigma bahwa penguji itu galak, sadis, ketus, dll ini-lah gerbang awal dari perasaan tersiksa dan tertekan dalam menghadapi seminar (ataupun sidang TA). Pahamilah bahwa tugas penguji adalah memastikan bahwa TA kita bermanfaat, bukan plagiat, kita memiliki pemahaman yang cukup (bukan mendalam) akan konsep dan gambaran awal sistem. Penguji juga banyak bertanya karena, menurut saya, mereka punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa TA ini realistis untuk dituntaskan. Melalui pertanyaan-pertanyaan itulah penguji melaksanakan tugasnya. Jika ditilik dari sisi ini, justru kita terbantu dengan adanya para penguji. Jadi, bersahabatlah dengan para penguji.

kembar– Senyum donk!!! Coba deh senyum yang tulus. Ayo coba.. Senyum yang simetris, 2cm ke kanan – 2cm ke kiri. Bayangkan tempat atau pengalaman yang indah yang membuat hati kita bahagia. (senyum ya..) Nah, gitu donk.. Kalau senyum kan jadi lebih manis.. Lebih percaya diri.. Suasana hati penguji pun terbawa tenang ketika kita menunjukkan sikap yang bersahabat.

marahKebalikannya, bayangkan jika seorang mahasiswa yang seminar (atau pun sidang), memulai dengan menyeka keringat dingin, alis mata yang mengkerut, senyum yang meringis, nada suara yang menekan! (bayangin deh..) Kalau sudah begini, penguji pun terbawa suasana tegang dan kaku. Kalau sudah begini, siap-siap saja mengalami menit-menit yang penuh penderitaan. (hii…)

– Berkomunikasi dengan bahasa yang bersahabat. Jangan galak kalau tidak mau di-galak-in. Jangan menyalak jika tidak mau di-salak-i. Gunakan bahasa yang baik. Dengan nada yang sopan. Bukan nada menyerang dan mempertahankan diri. Seringkali teman-teman menganggap bahwa sidang ibarat ruang pertandingan. Dimana harus mempertahankan diri dari pertanyaan-pertanyaan. Dengan sesekali menyerang jika ada kesempatan. (Serem banget ngga sih…) Ia merasa senang jika mampu mematahkan pernyataan penguji, dan merasa kesal jika penguji bertanya macam-macam. Coba saja perhatikan sidang beberapa orang. Biasanya setelah sidang ada dua macam kondisi. Pertama kondisi dimana teman-teman yang menonton sidang menyatakan “Wiih! Selamat ya. Lo tadi keren banget bisa ngebales pertanyaan dosen xxx. Haha! Keren banget deh.” Atau kondisi kedua, si mahasiswa menangis atau tampa stress karena merasa “dibantai” di ruang sidang.

Duh, temanku! Kita kan bersaudara. Dosen juga saudara kita. (Mainkan lagu : Dosen juga manusia..) Kenapa sih iklimnya jadi penuh permusuhan begini?!

Percaya deh! Kalau kita menghormati dosen dengan menggunakan bahasa yang santun, dosen juga akan menghormati kita. Dosen juga akan mengikuti pola kita yang santun. Kalau tidak mengerti dengan pertanyaan dosen, minta ulangi perkataannya. Kalau menjelaskan, tidak perlu dengan nada memaksa. Kalau pun pertanyaan dosen menurut kita bersifat “ngga banget!” (pertanyaan dengan tingkat kesulitan terendah dan ter-ngga-penting), tetap jawab dengan sabar. Jangan menjatuhkan harga diri orang lain di depan umum. (ada kasus dimana mahasiswa begitu inginnya “mematahkan”/”menjatuhkan” penguji) Dengan begitu juga akan menjaga sikapnya kepada kita. (simbiosis mutualisme lah..) Terkadang (kadang loh..) dosen penguji memang tidak begitu paham dengan teori-teori-modern yang kita gunakan. Nah, kalau sudah kejadian seperti ini, maka bersabarlah menghadapi pertanyaan dosen yang banyak dan tidak menentu. Karena sesungguhnya dengan sidang (ataupun seminar), dosen sedang belajar melalui kita loh..

– Jujurlah! Untuk seminar, akui saja jika ide TA ini berasal dari rekomendasi TA lain. Beberapa teman yang saya saksikan seminarnya, mereka terjebak karena mempertahankan diri bahwa “ini adalah ide saya”. Padahal dari cara menjelaskan yang berantakan, pernyataan tadi justru diragukan. Dan hal-hal seperti ini dapat “tercium” oleh para penguji loh! Tahu kan bagaimana rasantya dibohongi, makanya jangan berbohong. Kalau tidak ketahuan saja berdosa. Apalagi kalau ketahuan.. Dapat dipastikan kita bakal terkena “getah”nya!

Belajar dari kesalahan orang lain, dalam seminar, ketika saya ditanya “idenya dari mana?”, saja jawab

“Idenya berasal dari dua jurnal yang saya baca, yaitu xxx dan yyy. Saya mengkombinasikan metode yang mereka gunakan.” (Beres deh..Sip!)

Selain itu, untuk seminar dan sidang, akui pula jika nanti ada konsep yang belum dipahami. Tidak perlu sok tahu dengan meraba-raba dan mengira-ngira suatu konsep! Cukup nyatakan,

“Oh ya, Pak. Hal itu memang belum sempat saya dalami lebih lanjut. Nanti saya akan pelajari lagi”

Saya punya pengalaman unik ketika sidang. Dua hari sebelum sidang, saya baru mengetahui jikalau analisa TA saya masih ada kekurangan yang cukup fatal dan memiliki potensi untuk menuai badai pertanyaan. (hii..) Karena sebelum sidang tidak sempat bertemu dosen pembimbing, sambil mencari cara penyelesaian, saya perbanyak doa. Alhamdulillah, ketika sidang, pembimbing saya datang lebih awal dari penguji. Jadi saya sempat berkonsultasi selama kurang-lebih lima menit. Pembimbing saya, pak Rizal, memberikan suatu solusi yang praktis dan cerdas! Yaitu dengan mengakui kekurangan analisa TA saya diawal sidang dan menjelaskan kepada para penguji bahwa kekurangan ini akan dimasukkan dalam revisi TA saya. Setelah saya jelaskan ini, para penguji mengangguk-angguk tanda sepakat. Ya Allah.. rasanya satu batu yang mengganjal di hati ini terangkat! Lega.. (huff) Terima kasih banyak, pak Rizal!^^

skorsing– Datanglah diawal waktu. Persiapkan tempat. Pastikan infokus menyala dan sesuai dengan laptop. Tata kursi sesuai selera. (Asal jangan memundurkan bangku penguji menjadi berjarak 5meter dari depan! Kejauhan,cuy!)

– Siapkah seluruh hal teknis. Apa saja yang kamu anggap penting dan dapat meningkatkan rasa percaya diri! (Karena saya bukan tipe perfeksionis, hal-hal teknis ini saya lewatkan. Silahkan bertanya kepada teman-teman yang lebih berkompeten.Hehe..)

– Pakai pakaian yang membuat diri merasa nyaman. Tidak perlu berlebihan yang justru membuat diri tampak aneh dan kikuk.

– Undang teman-teman yang bisa menambah semangat. (Bagi yang tidak suka ditonton orang banyak, tentu tips yang satu ini kurang cocok)

– Pastikan pembimbing dan penguji siap untuk menghadiri seminar (atau sidang). Periksa ke ruang dosen. Ingatkan dosen dengan baik-baik.

Semoga bermanfaat.

Ada komentar? Ada tambahan?^^

Tulisan lainnya (tips, jurnal, proposal, dll) tentang Tugas Akhir saya, dapat dilihat di kategori “Tugas Akhir”.

Iklan

14 thoughts on “Tips – Saat Seminar dan Sidang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s