Rasanya Seperti Ditabrak Truk!

It feels like I was hit by a truck!

Truk

Truk

Saya tidak bisa mengingat kapan dan dimana Saya pernah mendengar kalimat di atas. Kalau tidak salah Saya mendengarnya dalam salah satu film luar negeri. Pernahkah begitu kamu pulang ke kostan atau rumahmu, yang kamu ingat pertama kali adalah kasurmu? Kemudian kamu pun langsung merebahkan diri ke kasur lalu terlelap tak sadarkan diri? Begitu bangun dari tidur kamu merasakan badanmu pegal-pegal? Rasa pegal itu menjulur dari punggung ke atas pinggang. Otot lehermu pun tegang. Kepala pun terasa berat. Kamu pun bangun dan berjalan dengan terhuyung-huyung. Kemudian berpikir, “Duh, ada apa dengan tubuh ini?”

Pernahkah kamu mengalami kondisi seperti ini? Ataukah sering?

Biasanya hal ini Saya rasakan jika sebelum tidur Saya telah melakukan satu atau lebih aktifitas yang begitu menyita tenaga hingga pikiran Saya. Dan jika gejala-gejala di atas terjadi, Saya biasanya menggumam dalam hati “argGhhHh! Rasanya seperti ditabrak truk saja!” (Hoho! Kamu berhak mengatakan bahwa saya ini aneh.)

Walau Saya amat senang menggunakan kalimat ini untuk menjelaskan kondisi fisik bukan berarti bahwa Saya benar-benar pernah ditabrak truk. Alhamdulillah Saya belum pernah ditabrak truk. Semoga akan selalu seperti ini. (Tidak ada manusia waras yang mau ditabrak truk. PS : Saya masih waras.)

Lalu apa yang kamu lakukan saat kamu mengalami kondisi ini? Kalau saya memilih untuk melakukan peregangan pada bahu, punggung, serta leher. Tidak langsung “melompat” dari kasur untuk melanjutkan aktivitas. Karena tubuh itu harus diperlakukan dengan lembut. (ini saya baca dari Hidup Sehat Tanpa Ongkos)

Setelah otot-otot terasa lebih regang, baru Saya mulai melakukan aktivitas lainnya. Biasanya Saya mulai dengan minum air putih. Karena entah kenapa, setelah fenomena “seperti ditabrak truk” ini, biasanya Saya merasa sangat haus.

Kalau Saya ambil hikmahnya, fenomena ini terjadi karena Saya kurang berolahraga. Sehingga otot tubuh mudah kaget ketika tiba-tiba dituntut untuk bekerja lebih berat. Istilahnya, kurang bugar. Bukan kurang sehat. Karena antara sehat dan bugar itu berbeda. Sehat itu ditandai dengan kondisi badan tidak sakit. Bugar itu identik dengan stamina tubuh. Sehat belum tentu bugar. Bugar sudah pasti sehat.

Jadi, marilah kita mulai menggiatkan olahraga secara teratur! Terutama jika kamu punya tujuan hidup yang besar, maka “kendaraan” (tubuh) pun harus menunjang. Selain itu, tubuh kita ini amanah Allah yang harus dijaga, dilindungi, dan dilestarikan.(nah loh?!)^^

Jangan sampai “ditabrak truk” lagi ya! Hehehe.. (tausiyah untuk diri sendiri dan semuanya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s