SMS dari seorang sahabat

Malam ini, pukul 21:56 WIB,  kala ku tertidur tak sadarkan diri dengan (masih) ber-mukena lengkap, nada SMS pun berbunyi. Dengan agak malas, saya buka SMS. Agak terkejut ketika seorang sahabat mengirim saya suatu SMS. Isinya :

” Mb pu..mb pu..minta tausiyah dunkz..Lg sedih ni.. “

Sedih? Kenapa? Ada apa? Inikah jawaban dari intuisi saya belakangan ini? Intuisi yang membuat saya dalam dua hari belakangan ini berusaha menggapai suaranya melalui telepon seluler. Tapi selalu kandas dihadang mbak veronika (mbak2 yang rendah hati, selalu tak segan meminta maaf) : ” maaf nomor yang anda panggil belum terpasang “. Huh!

Saya merenung sejenak..ada apa gerangan dengan sahabat kecil ini? Saya pun menunaikan kewajiban, memberikan SMS tausiyah, seraya bertanya : “emangnya ada apa?”. Tapi, seperti yang tlah diduga, mungkin karena terlalu sulit untuk dibahasakan lewat SMS, ataupun karena sifatnya yang tertutup : ia tidak bercerita kepadaku. Ia hanya menjawab :

” Mb pu cayang.. Doain aq ya..”

Sahabat kecil ini kukenal melalui asrama putri. Sahabat kecil dengan pemikiran besar. Sahabat yang dapat berpikir dewasa walau kadang kekanak-kanakan tidak terkira. Betapa ia tertutup, walau ia banyak bicara. Betapa ia berjuang sekuat tenaga untuk menggapai ridho Tuhannya walau dengan terbata-bata. Betapa terenyuh hati ini, ketika ia, yang begitu tertutup akhirnya membuka rahasia hidupnya seraya mengatakan : “aq menemukan rumah disini..” (di kepengurusan asrama putri)

Sahabatku..seandainya ia tahu (dan saya memang benar2 ingin ia tahu), jika saya ke BDG, saya selalu berharap untuk dapat bertemu dengannya. Menanyakan kabar..Berbagi cerita hidup..Berbagi kasih sayang..Dua kali saya ke BDG, dua kali saya bertemu berpapasan dengannya, namun kami tak sampai bisa melepas rindu. Tiap bertemu ia selalu berkata dengan wajahnya yang polos (yang senantiasa mengundang senyum terkulum di wajah saya) : “mba pu ada di kostan? aq nanti main ke kostan ya”. Atau ketika ia tahu saya menginap di asrama, seorang pengurus angkatan 2006 (Kania) berkata, “mba, dia mau nginep disini juga loh malam ini..” Saya pun selalu senang mendengarnya. Tapi ketika ia tidak kunjung datang, saya pun memasang jurus “husnudzon”. Ia seorang yang tepat janji, insyaAllah ada suatu hal yang penting yang merintangi. (dan ternyata memang benar)

Jika engkau tahu identitas sahabat saya ini, sampaikan salam sayang saya padanya..^^

Sahabatku..ku tak tahu apa yang kau hadapi kini..

Ingin rasanya berada disisimu, mendengar kisahmu, menangkap kegalauan hatimu, menghapus air matamu, dan memelukmu dengan hangat..

Namun sahabatku, kembali ku tersadar, bahwa aq manusia biasa dengan pengawasan yang terbatas. Sahabat..ingatlah Allah selalu berada disisimu..Ia-lah sebaik-baik tempat memohon dan meminta pertolongan.

Sahabatku, doaku menyertaimu..

Iklan

One thought on “SMS dari seorang sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s