Edisi ASI – Tips Sukses ASI Eksklusif (ASIx)
Tiap ibu tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Sayangnya, edukasi dari pemerintah tentang pentingnya ASI (Air Susu Ibu) masih tergerus dengan gelombang promosi susu formula yang gencar. Maka tak heran, masih banyak bayi di Indonesia yang mengkonsumsi susu formula, alih-alih mengkonsumsi ASI yang jelas JAUH LEBIH sehat daripada susu formula.
Karena itulah, menjadi seorang ibu masa kini (cieeeh…) perlu proaktif mencari informasi. Jangan cuma melototin sinetron atau acara gosip di TV! Kita-kita ini beruntung banget loh! Sudah ada Google dan berbagai forum bunda yang bisa menjadi tempat curhat dan berbagi pengalaman. Bandingkan dengan para ibu di zaman pra-sejarah (sebelum Internet nge-boom) yang sulit mengakses informasi. Jadi, manfaatkan fasilitas yang kini tersedia ya, bun!
Alhamdulillah.. Iril lulus S1 ASIx di bulan Juni ini. Berbagai pengalaman telah dilalui, yang suka maupun duka, selama perjuangan mensukseskan S1 ASIx. Kali ini, sesuai dengan arahan kepala-sekolah (baca: suami), saya akan berbagi beberapa tips agar sukses ASIx. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Semoga bermanfaat ya, bun..
1. Mulailah Ketika Masa Hamil
Ketika masa hamil, mulailah rajin cari informasi mengenai ASI, bun. Beberapa media informasi yang bisa bunda ikuti :
- Tanya ke teman atau rekan kerja yang pro-ASI.
- Melakukan pencarian di Google.
- Gabung di milist asiforbaby@yahoogroups.com.
- Gabung di group Fb para bunda (banyak macamnya)
- Buka web AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) dan follow twitter @aimi_asi
Beberapa informasi dasar yang penting untuk diketahui adalah :
- Kenapa ASI? –> Kelebihan ASI dibandingkan dengan susu formula. Apa manfaat ASI untuk bayi kita?
- Mitos-mitos tentang ASI & menyusui.
- Proses produksi ASI.
- Metode pelekatan yang benar (latch-on).
- Bingung puting –> Apa itu? Tanda-tandanya, penyebabnya, serta solusinya.
- Tantangan memberikan ASIx. Supaya kuat mental ketika keluarga dan lingkungan belum teredukasi tentang pentingnya ASI, bun..
- Kapan mulai menyimpan ASIP?
- Bagaimana cara memerah ASIP? Menggunakan media apa dan kapan saja?
- Bagaimana cara menyimpannya? Berapa lama ASIP dapat disimpan? Apa tanda-tanda ASIP tidak baik dikonsumsi lagi?
- Bagaimana cara memberikan ASIP kepada bayi?
- Bagaimana agar ASIP mencukupi kebutuhan bayi ketika mulai bekerja?
- Adakah cara untuk memperbanyak produksi ASIP (booster ASI)?
Pengalaman orang lain adalah pengalaman kita.~ kepala sekolah ~
2. Jadikan Suami Sebagai Pendukung Utama ASI
Sebagai wanita, kita lebih sensitif ketika mendengarkan celetuk/komentar/kritik orang lain. Apalagi dimasa-masa awal setelah melahirkan, ketika fisik masih lemah, emosi jadi terpengaruh, pendirian pun mudah goyah. Nah, pada saat-saat seperti ini, suami itu ibarat benteng pertahanan, bun.. Melindungi kita dari komentar-komentar negatif keluarga ataupun lingkungan. Menetralisir pikiran dan perasaan negatif, serta menenangkan hati kita, bun. Saya ngga yakin bisa sukses ASIx 6 bulan tanpa dukungan dari suami, bun. Duh, kalau mengingat masa-masa itu, saya jadi kepingin nangis nih, bun.. Terharu dengan kepercayaan suami ke saya. Kalau saya pasti bisa ngasih ASI ke bayi.
Allah sudah menyediakan Air Susu Ibu untuk bayi, jadi pasti sudah Allah cukupkan jumlahnya.
~kepala sekolah~
3. Disiplin Memompa/Memerah ASI
ASI itu diproduksi sesuai kebutuhan. Semakin banyak kebutuhannya, semakin banyak produksi ASI. Ukuran tubuh dan payudara (PD) tidak menentukan jumlah produksi ASI, bun. Pernyataan bahwa PD besar akan menghasilkan ASI yang lebih banyak itu cuma mitos, bun.
Nah, karena ASI diproduksi sesuai kebutuhan, bagaimana cara memberitahu badan kalau kebutuhan ASI bayi banyak? Caranya dengan disiplin memompa ASI. Kalau sudah di kantor, bisa dilakukan per-3 jam. Kalau bunda sedang ingin meningkatkan jumlah produksi ASI, cobalah memompa per-2 jam. Apa hubungan disiplin memompa dengan jumlah produksi ASI? Ketika kita sedang memompa, kita sedang mengirim sinyal kepada otak untuk memproduksi lebih banyak ASI. Otak pun meneruskan sinyal tersebut kepada syaraf-syaraf di PD kita untuk lebih giat lagi bekerja. Jadi dengan sering memompa, produksi ASI insyaAllah bertambah, bun..
4. Ikhlas, Berapapun Hasil Memompa ASI
Jangan pernah membanding-bandingkan jumlah ASI kita dengan orang lain ya, bun. Karena kebutuhan tiap bayi berbeda. Saya punya teman, tiap hari ketika ditinggal kerja, bayinya butuh 1200 mL ASI. Jumlah produksi ASI teman saya itu pun memang melimpah, sesuai dengan kebutuhan bayinya. Sedangkan bayi saya hanya butuh 500-700 mL sehari ditinggal kerja. Jumlah produksi ASI saya pun memang tidak sebanyak teman saya itu. Tapi Iril sehat, alhamdulillah.. Berat badannya sesuai grafik pertumbuhan. Aktif dan ceria. Itu parameternya, bun..
Ketika awal-awal, hasil pompa saya sedikiiiit banget, bun. Awalnya cuma ngebasahin dasar pompa aja. Padahal sudah dicoba hampir setengah jam. Stress? Iya. Alhamdulillah, suami terus ngasih dukungan. Bahkan sampai nanya2 ke rekan kerja wanita di kantornya. Lalu beranjak, bisa dapat 5 mL, 20 mL, 50 mL, sampai 100 mL sekali mompa.
Jadi bunda harus tetap semangat, walaupun hasil pompanya sedikit. Walaupun cuma ngebasahin dasar pompa, bun.. Jangan stress. Ikhlas aja.. Seiring dengan keikhlasan itu, jumlah hasil pompa akan bertambah, insyaAllah.
Sudah dulu berbaginya ya, bun..
InsyaAllah nanti saya sambung dengan tulisan Edisi ASI lainnya.
Semoga bermanfaat, bun.
Semangat ngASI!
Beberapa link :





