Skip to content

Aku Pun Harus Memilih

Juni 19, 2010

En

Aku tidak pernah memaksamu menjadi apa yang ku mau.
Lalu mengapa kau memaksaku menjadi apa yang kau mau?

Kau telah paksa aku untuk memilih.
Jadi inilah jalan yang ku pilih.
Ku tahu ini tidak mudah bagimu.
Tapi kau perlu tahu bahwa ini juga tidak mudah bagiku.

Kau tidak mentolerir perbedaan.
Dan kau menuntut apa yang tidak mungkin ku penuhi.

Berulang ku mengulur tangan.
Tapi menoleh pun kau tidak.

Baik, kita butuh waktu.

Satu harap ku, waktu kan mencairkan hatimu.
Walau ku tahu, menyimpan harapan dapat membuat kekecewaan.

Sungguh masih banyak persamaan dibalik perbedaan di antara kita!
Masih banyak persamaan dibalik perbedaan di antara kita.
Jika saja kau mau mengerti.

Kau tidak kehilangan diriku.
Aku masih disini.
Menanti tolehan wajahmu dan jabatan erat tanganmu.

Semoga dalam waktu dekat kita dapat kembali berjabat erat.
Kendati ada beda di antara kita.

———————

Laa haula walaa quwwata illaa billah..
Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya

About these ads
4 Komentar leave one →
  1. Juni 19, 2010 10:49

    Memang hidup ini intinya ya pilihan. :|

    • Juni 30, 2010 09:14

      Yup! Biar pun sulit. Tetap saja itu merupakan sebuah “pilihan”.

  2. Juni 19, 2010 15:58

    siap tuan putri..
    akan ku buka topeng ini :D

    • Juni 30, 2010 09:17

      Wew! Apa hubungannya, Raly?
      Sepertinya Raly lagi stress ya. Udah sana, kerjain TA-nya. *ups! keceplosan* :mrgreen:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 254 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: