Skip to content

8 “Perhatian” Selama Pendidikan Semi Militer ala Rindam 3 Siliwangi

Februari 5, 2010

3 minggu berjibaku dengan pendidikan semi militer di dua tempat. Pertama, selama satu minggu di dodik Bela Negara, Cikole, Bandung. Kedua, selama dua minggu di Rindam 3 Siliwangi, Jl.Manado no.4, Bandung. (Rindam = Resimen Induk Daerah Militer).

Seru! Menantang! Penuh perjuangan.
Bermain lumpur, tanah, serta baris ber baris.
Merayap, memecahkan kode, mengais untuk makan.
Ketika fisik, pikiran, dan mental dibina serta ditempa.
Diperlukan kedisiplinan, kekompakan, kerjasama, semangat, dan mental baja untuk dapat  bertahan! OSH!

Berikut ini adalah 8 perhatian yang saya catat sebagai oleh-oleh dari pelatihan di Rindam 3 Siliwangi.

Selamat menikmati.

1. “Perhatian”, Kosakata Baru Untuk Menggantikan “Peringatan”

Ada kebiasaan yang cukup janggal bagi saya selama berada di lingkungan Rindam 3 Siliwangi. Para pelatih menggunakan kata “perhatian” untuk mengingatkan kesalahan-kesalahan para peserta orientasi. TSepertinya di lingkungan ini, kata “peringatan” diganti dengan kata “perhatian”. Terdengar lebih halus memang. Tapi kalau salah, tetap saja disuruh “turun”. Push-up maksudnya… :)

2. Harga Mati Untuk Kedisiplinan

Beugh! Pokoknya ngga ada matinya deh topik2 tentang KEDISIPLINAN. Tiap hari adaaaaa aja “perhatian” tentang kedisiplinan. Mulai dari kasur yang harus selalu licin (lebih dari sekedar “rapi”), tali sepatu yang tidak boleh “keleweran” (bahasa para pelatih), sepatu yang harus kinclong, baris ber baris harus kompak, sampai tata letak pakaian di dalam lemari pun dikontrol! Karena begitu kreatifnya, tidak ada satu pun lemari barak putri yang dapat dijadikan teladan dalam peletakan barang dalam lemari! Duh duh..

Tali sepatu ngga boleh "keleweran"

Baris yang rapi yaa...

Kadang bikin sumpek hati. Begini, begitu, ini, dan itu saja kok perlu diatur-atur segala! Tapi karena sudah protokolnya begitu, ya dihormati dan dijalani. Ambil hikmahnya saja. Seperti sebuah peribahasa : dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Dimana kita berada, peraturan dan budaya disana harus dihormati.

PR terbesar bagi para peserta adalah membawa budaya disiplin ke dalam kehidupan sehari-hari nanti. Terutama di tempat bekerja.

3. Susahnya Mencari Hukuman yang Efektif

Karena siswi seringkali terlambat untuk makan pagi ataupun makan malam, akhirnya kami (siswi) menerapkan aturan main. Yaitu bagi siapa yang paling terlambat keluar dari barak putri mendapat hukuman berupa menjadi pemimpin barisan siswi.

Nah, pada awalnya hukuman ini berlaku efektif untuk mendisiplinkan siswi. Semua berebut untuk keluar paling duluan dari barak putri. Tapi seiring berjalannya waktu, yang kena hukuman ini akhirnya dia-lagi dia-lagi. Walhasil, ada beberapa orang yang menjadi terbiasa untuk memimpin barisan dan menganggap itu bukan seperti hukuman lagi. Dan dia pun melenggok santai keluar dari barak putri. Padahal yang lainnya sudah kepanasan menunggu di luar barak. Hufff!!!

Ternyata susah untuk membuat aturan main yang efektif ya. Tapi walau begitu masih lumayanlah… Di akhir-akhir pelatihan, siswi selalu unggul dalam kesiapan untuk makan pagi. Soalnya pas makan pagi, ada teh hangat yang menanti. Siapa cepat, dia dapat!

Siswi paling cepat berbaris di pagi hari

Siswi Mulai Keluar dari Barak

Saat yang dinanti.. Makaaaaan!

4. Trauma “Serong”

Selama dalam pelatihan, tiap kali pelatih bilang “hadap serong kanan/kiri“, otak bawah sadar akan mengirimkan sinyal tanda bahaya. Siap-siap disuruh push-up!

Apakah pendidikan ini akan berpengaruh terhadap perilaku para peserta pelatihan? Jadi ngga akan main serong kalau sudah berkeluarga kelak? Mari kita berdoa sama-sama. Amin. Hehee..

5. Kebiasaan Baru dalam Mandi (yang tidak patut untuk ditiru!)

Tidak peduli sudah tengah malam atau pun hari masih gelap, siswi mah paling rajin mandi. Apalagi kalau seharian sudah keringatan. Walau sudah lewat jam 23.oo ataupun baru jam 04.00, tetap mandi.

Bentuk kamar mandi memungkinkan untuk para peserta mandi untuk saling berkomunikasi. Mulai dari bernyanyi, tanya gayung dan ember yang nganggur, hingga **sensor**. Kalau mau tahu, tanya Annas langsung deh. Hehe.. Kalau yang terakhir ini sudah terjadi biasanya suasana kamar mandi jadi ramai! (baca : kacau-balau)

6. Rela Berkorban Demi Menyenangkan Hati Teman-teman

Beberapa kali saya mendengar celetukan teman yang jadi sasaran pelampiasan(hehe..) kejenuhan teman-teman. Celetuk perkataan semacam, “Ga apa.. Buat hiburan teman-teman.

Terdengar aneh pada awalnya. Tapi benar juga, kalau tidak ada “tokoh-tokoh” itu, rasanya suasana akan hambar. Dari kelas C, kami “menyumbangkan” dua tokoh hiburan, yaitu Sthevanus dan Parwata. Teman-teman kelas C pasti akan selalu teringat Parwata dengan gaya suara khasnya berkata, “Tirtaaaaaa…” Nada dan intonasinya membuat bulu kuduk berdiri. Serem, euy! Kalau Sthevanus dengan isu hangat yang merebak, yang lebih sering pasrah kalau teman-teman sudah mulai menggoda.

Oh ya, ada lagi Bu Benita. Tapi ibu yang satu ini mah, bukan dari kelas C. Yang ngga rela kalau dinobatkan sebagai siswa dengan kategori ter-roaming berkat gaya ngedok Jawa yang kental abis. Tapi bukan Benita kalau ngga pede mengakhirkan kata sambutan dengan kalimat, “aku yakin kalian nanti akan kangen sama suara aku yang khas ini” Oalah.. Benita.. Benita..

Kelas C. Jalan-jalan ke Learning Center. C untuk "Ceria"

Personil kelas C, yang duduk di depan bus

Kelas C, menyanyikan Mars TELKOM. Dipimpin oleh Parwata

Kelas C. Sedang di rumah pemodelan. C untuk "Cantai".. (Maksa dikit)

7. Jiwa Korsa

Intinya mah tentang kebersamaan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan. Itu yang saya tangkap. Tapi jujur aja nie. Sampai sekarang, saya belum tahu arti “korsa” yang sebenarnya. Ada yang bisa beritahu?

Korsa.. korsa.. korsa.. korsa.. (Ingat yel-yel pleton 3 yang ngga kalah keren dari pleton 2. Hehe.. Narsisme pleton 2. Boleh khan?!)

8. Mendadak Artis

Sisi kesenian benar-benar digarap dalam pelatihan ini. Bayangkan! Sedikit-sedikit, ada yel-yel baru! Lalu disuruh buat yel-yel mulai dari pleton, grup, hingga kompi ada yel-yel tersendiri. Yel-yel tentu saja disertai dengan gerakan-gerakan yang atraktif lah yaa…

Latihan Yel Kompi. Malam-malam yang panjang.

Mbun dan Arief sedang dilatih lagu India oleh pak Anang.

Beberapa teman yang bakat seninya “tereksploitasi” ada Heri, Aries “the marles” (nama aslinya “maries” loh. Bukan “marles”!), Ijal, Winda, Diah, dan tentu saja para pelatih semuanya punya bakat ngartis, euy. Mulai dari pak Anang, pak Hary, hingga pak Dikdik.

Lalu berbagai macam lagu dikenalkan para pelatih untuk menggenjot semangat kami. Tapi kalau sudah siang, mau sebagus apa pun lagunya, biasanya kami nyanyikan dengan lemas. Karena perut sudah kelaparan dan rasa kantuk yang melanda.

Kelas C. Dari Atas. Banyak "korban" berjatuhan. C untuk "Capek"...

Istirahat... Zzzz...

Ikutan istirahat...

Istirahat, ah.. Zzzz...

Nah, berikut ini saya dokumentasikan beberapa lagu yang biasa kami senandungkan dalam baris ber baris.

Catatan : untuk teman-teman pelatihan lainnya, ada yang mau menambahkan “perhatian” versi masing-masing?

Sumber foto-foto : dokumentasi pribadi.

Untuk teman-teman yang baca via FaceBook, kunjungi blog saya. Klik disini, www.putrichairina.wordpress.com .

Param Sam Sam (lagu favorit saya)

Param sam sam.. 2x

Duli duli duli duli duli dam sam sam

Araaaaabe… 2x

Duli duli duli duli duli dam sam sam

Apa?! Apa?! Apa yang kudapat disini?! 2x

(*) Siang kepanasan

Malam kedinginan

Tetapi TELKOM tetap gembira

Ulangi (*)

Hey Nona!

Ikan sembilan.. Ikan sembilan.. Dipotong-potong.. Hu.. Huha!

Tuju lapangan.. Tuju lapangan.. Di para-para.. Hu.. Huha!

(*) Hey, nona..

Beta dengar kau mau kawin.

Tinggalkan beta.. (tinggal, tinggalkan beta)

Ulangi (*)

Kalaulah begitu.. Kalaulah begitu

Kembalikan baju hijau kebanggaanku.. Hu.. Huha!

Minggir Dong!

Minggir dong! Minggir dong! Minggir dong!

Pasukan TELKOM mau lewat!

Jangan di tengah jalan. Nanti terinjak-injak!

Minggir dong! Minggir dong! Minggir dong!

Mau marah, silahkan!

Mau benci, silahkan!

Asal jangan kau putuskan cintaku.. (tambahan siswa : oh yeah!)

Aku rela menunggu

Sampai hilang jerawatku

Malam minggu aku apel ke rumahmu

Malam minggu, euy!

Malam yang panjang

Malam yang asik buat pacaran

Pacar baru.. baru kenalan

Kenal di jalan jendral sudirman

Singkat kata, euy!

Singkat cerita

Aku dan dia jatuh cinta

Cinta yang dalam

Sedalam lautan

Laut meluap, cinta pun hanyut.

Selamat Tinggal Kekasihku

Selamat tinggal kekasihku

Aku pergi takkan lama

Hanya 3 minggu saja

Aku ada di Rindam Tiga

Oa eo… Oa eo.. Oa eo… A e o… 2x

Dari segala penjuru

Kami datang tuk bersatu

Siang malam tak terasa

Suka duka di asrama

Oa eo… Oa eo.. Oa eo… A e o… 2x

Derap Langkahku

Derap langkah yang gagah perkasa

Seirama dan satu suara

Sambil bernyanyi lagu hura-hura

Itulah kami, TELKOM Indonesia

Ayun kakimu kiri dan kanan

Atur langkah, jaga kerapihan

Jangan sampai merusak barisan

Banjar dan shafnya harus diluruskan.. (2x)

Kapal Selam Tengkinya Bocor

(*) Kapal selam tengkinya bocor

Timbul tenggelam di perbatasan (hu ha!)

Ulangi dari (*)

Buat apa susah hati (susah hati i…)

Buat apa sedih hati (sedih hati i…)

Siswa TELKOM tak pernah bersedih, hanya dongkol dalam hati.

Hijau-hijau pakaiannya (pakaiannya a…)

Macam-macam keluhannya (keluhannya a…)

Siswa TELKOM tak pernah bersedih, hanya dongkol dalam hati.

Lari-Lari (lagu favorit siswi ketika lari pagi)

Lari lari… Tiap pagi..

(*) Agar Kuat.. Otot kaki..

Badan payah.. Tak mengapa..

Karena kita.. Sudah biasa..

Satu ribu.. Dua ribu..

Tiga ribu.. Empat ribu..

Lari lari lari.. Tiap pagi..

kembali ke (*)


Yel-yel Pleton 2

Intro : yo ayo.. yo ayo.. yo ayo dua.. (sampai berbaris yang rapi di panggung)

Hei teraman-teraman, karawan-karawan.

Pleton 1, Pleton 3, siapa saja.

Tenang dulu, duduk dulu, diam dulu, mingkem dulu!

Dengerin dulu pleton 2

Kami mau beraksi (dont be shy…)

Haha ha haaa ha..

Hihi hi hiiiii hi…

Kami pleton 2

Haha ha haaa ha..

Hihi hi hiiiii hi…

Ngga ada tandingannya.

Lihatlah lihat semua..

Kami telah siap sedia

Dibimbing dan dibina

Di orientasi siswa

Haha ha haaa ha..

Hihi hi hiiiii hi…

Pleton 2 tak takut.

Haha ha haaa ha..

Hihi hi hiiiii hi…

Takut jadi pengecut! HAHAHA!

(backsound)

cing cringcing cing cing.. cring cing cing cing.. cring cing cing cing… hoi! (sampai aries ngasih aba-aba)

cing cangkeling manuk cingkleung cineten

boka solon bapa sata bulenen..

(ulangi lagu cing cangkeling sampai aries ngasih aba-aba)

tere re ret… tere re ret.. aw! (gaya Jacko)

tere re ret… tere re ret.. aw! (gaya Jacko)

Tepuk tangan dan paha serta suara-suara rimba mengiringi tarian Capoera Aries dan Diah..

Hormat! Terima kasih…

Yo ayo.. Yo ayo.. Yo ayo dua.. (sampai semua turun dari panggung)

Berakhirlah yel-yel pleton 2.


About these ads
31 Komentar leave one →
  1. anin permalink
    Februari 5, 2010 02:43

    waaahh..bener banget mba pucha…sempet loading dulu denger perhatian, mpe sebelah nanya “maksudnya apa c perhatian nin, gw gak ngerti deh”..ternyata maksudnya peringatan, hehe

    • Februari 5, 2010 02:47

      hehe.. emang butuh waktu untuk adaptasi di lingkungan baru ya, nin.

  2. Februari 5, 2010 02:59

    yiaaayy..
    jadi kangen ma periode indah ini..
    kapan yaa ada wamil lagi?

    • Februari 5, 2010 06:55

      katanya, kalau di Singapura, tiap mahasiswa wajib ikut wamil loh. Bagus juga tuh, untuk meningkatkan nasionalisme. Biar pada mikir beribu kali untuk korupsi dll.

      • Februari 5, 2010 08:08

        jaaaa.. mesti jadi WN Singapur donk?
        gak mau ah..
        mendingan ambil diklat mandiri aja biar masuk barak..
        sukur2 ketika keluar dapat pangkat perwira..
        hohohohohh…

      • Februari 5, 2010 08:12

        Umm.. Beneran mau balik ke barak ya? :D

  3. b4y-b4y permalink
    Februari 5, 2010 03:52

    wah, fotonya kok yg ada kelas C aja :(

    btw, kejadian di kamar mandi diceritain juga nih, ehhehehe

    • Februari 5, 2010 06:56

      Hehe.. Soalnya diriku cuma punya foto-foto ini. Maaf ya.. Sok atuh yang dari kelas A dan B tulis ceritanya masing-masing. :D

  4. syarach permalink
    Februari 5, 2010 04:12

    wahaha, kok rindam nya lebih socialize ya dibanding rindam ku put? hehe, masi boleh bw hp, makan masih bisa duduk kanan kiri, kalu aku wktu masuk ruangan lgsg duduk siap, makan ga boleh pk suara, ada suara=makan di bawah meja, wkwkwk.
    terus kok gak ada yang gosong sih???? kalo saya MT = Military tanning, yang masih putih, digebukin 1 angkatan, haha.
    lagu fav : kapal selam, lari-lari, minggir dong, param sam sam.. hehe.
    emang rindam seru bgt put. :D

    • Februari 5, 2010 06:57

      Hah?! Yang masih putih, digebukin satu angkatan?! Innalillahi.. Beruntunglah diriku tidak terjerumus dalam rindamnya syarach. Wahahaaa…
      Ini udah versi ge-gosong-an, syar. Tapi emang dasarnya putih kali ya.. :p Atau bedaknya yang tebal-tebal? Hehee..
      Tapi memang tak terlupakan toh.. ;)

  5. Khamelovsky permalink
    Februari 5, 2010 07:15

    huaha..numpang bookmark dulu gan..

    di cross-post yah..sama aku jg cross post..
    mantap..baca dulu yah..

    • Februari 5, 2010 07:42

      monggo.. ^^

  6. Februari 5, 2010 09:02

    wah ikutan donk, kunjung balik mbak, Blog yang bagus, salam kenal dari saya anak SMK yang lagi ngebet nulis di blog, kasih komen blog saya di http://www.namakuastriani.blogspot.com. trim

    • Februari 5, 2010 09:06

      Salam kenal juga, astri.
      Salam blogger : teruslah menulis!
      Menulis hal-hal yang baik dan bermanfaat.

  7. Khamelovsky permalink
    Februari 5, 2010 14:48

    baru selese baca..overall mantap lah..
    tar saya mau bikin versi saya ah..tapi publishnya tar2 aja hehehe

    link saya ya put…

    http://khamelovsky.wordpress.com/

    • Februari 5, 2010 23:31

      Udah kok.

  8. Alfianita permalink
    Februari 9, 2010 03:16

    Di poto kelas C yang lagi jalan2 ke learning center, ada foto anas lagi “melet” ntu disebelahnya siapa yak? kok mukanya ditutupin topi jiakakakakkk…..

    • Februari 9, 2010 04:52

      tanya kenapa? hehee…

  9. Februari 9, 2010 07:00

    heuheu…. lagunya banyak yang sama; Derap langkahku, lari-lari, selamat tinggal kekasihku, minggir dong. wah, lebih parah di Kopassus kayaknya pu. Mana bisa gaya2an kayak gini. Hape gak boleh… setuju ama Syarach “lebih socialize” ya.
    Selepas dari Batalyon 23, dikasih izin nelpon ortu sampe’ pada nangis tak terkira.

    • Februari 9, 2010 07:21

      Iya, kita gegayaan di rindam, euy. Tapi itu juga kalau ada waktu kosong untuk foto-foto. Kayaknya foto-foto bisa membuat melupakan kejenuhan untuk sementara waktu. :D
      Kami kemarin cuma 1 minggu saja tidak boleh berinteraksi dengan dunia luar, da. Setelah itu, hp dibagikan. Senangnyaa…

  10. Syarach permalink
    Februari 19, 2010 10:02

    ApppAAAaa??! put cuma seminggu hp ditahan?? *tergugu.
    aku tiga minggu dong :((…
    oh mgkn karena perushaan yg ngerindam adlh perusahaan telekomunikasi ya..
    *huhuhu…
    Ku rindu rindam dam ku rindu rindam… hehe

    • Februari 19, 2010 12:16

      ahahaaa… bener banget, syar.
      mungkin karena itu hp-nya ditahan cuma selama 1 minggu.

      ow.. ada yang rindu rindam nie… tapi serindu-rindu-nya, ngga mau bintal lagi khan, syar? :D

  11. faza permalink
    Maret 12, 2010 04:09

    nice

  12. Maret 8, 2011 01:16

    Beberapa hari yang lalu dapat sms dari seorang teman yang katanya sedang ada tugas di bandung, rindam 3 siliwangi, setelah googling cari info mengenai “rindam 3 siliwangi”, akhirnya sampai ke blog ini. Terima kasih atas informasi mengenai rindam 3 siliwangi.

  13. Juni 2, 2011 06:21

    KORSA = Komando Satu Rasa
    Itu latsardik MENWA mbak?

  14. Afina Miftakhur Rahmah permalink
    November 22, 2011 15:02

    LANJUTKANPERJUANGAN AMBIL HIKMAH DR PELATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN UTK SUATU SAAT NANTI ANDA AKAN MERASAKAN MANFAATNYA SELAMAT PAGI TELKOM

  15. yudisign permalink
    Oktober 3, 2012 08:17

    Saya pun pernah merasakan pendidikan di RINDAM III SILIWANGI, banyak hikmah positif yang bisa diambil dari saya.

    • yudisign permalink
      Oktober 3, 2012 08:20

      alah………alah……pake salah tik segala……….pis……

  16. yudisign permalink
    Oktober 3, 2012 08:18

    Saya pun pernah merasakan pendidikan di RINDAM III SILIWANGI, banyak hikmah positif yang bisa diambil dari sana.

  17. Oktober 22, 2012 03:36

    aku numpang nanya nii kaka..
    Lirycks Yell” Param Saam-Sam tuu Kaya Mana kaka..
    Kasih Tau donk kaka .. :)

  18. windysatrya permalink
    April 10, 2013 10:10

    ciamik euy sharingnya..
    dodik belanegara di cikole memang ngangenin..
    thn 96 abdi ikut wamil di cikole..
    sedikit tentang korsa, bermula dari santiaji “…L’spirit d’corps..”
    semangat kebersamaan dalam korps…lidah indonesia terbiasa jadi kata KORSA..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 242 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: